tanah airku
: menarilah untuk kemakmuran dan keadilan
negeri yang tersulam simpul harapan
berbalut doa tiap detak jantung
bermantra tiap denyut nadi
berlian berlumur darah juang
negeri ini tida tibatiba
berhias gegap sejarah; pahlawan, pun pecundang
taburkan citacinta, juga ampas pongah serakah
nurani bertumbuh membalut kemenangan
berelung kejujuran, bermuara kesabaran
memanen cahaya kemuliaan
tanah air ini berabadabad teruji
berkodikodi kerajaan silih berganti
beratus suku berdiam hingga kini
bermandi matahari tiada beda
menyusu udara tak berjeda
berlentera rembulan sama dalam gulita
ingatlah kebinekaan adalah kekayaan
bara para muda 28 oktober 1928
memekarkembang kedaulatan bangsa
tujuhbelastahun setelahnya petik merdeka
jangan pernah letih menarikan indonesia
tiap lenggok tubuh ialah kidung merdeka
energi mengentak harum bnnga
gerak teruntai sembah bangun bangsa
lukisan indah, ekspresi keluhuran jiwa
katulistiwa bukan sekadar garis maya
tak juga tangga ke mayapada
perkara terkaman wabah, tidakkah mengetuk relung kita?
mana kekesatriaan membayar kebaikan alam yang tiada putus asa?
gunung meletus tak pasti, tak alpa hadirkan energi
tiap jengkal tanah setia dikeruk, longsor hanya sesekali
laut sesekali tsunami, hidupi tiap hari
negeri ini menanti bakti, jauh pendengki
dalam syiarsyair harmoni
bentang sabang merauke inspirasi: rumah kemakmuran semua
kampung adil merdeka
bumi indonesia raya
kudus, april 2020




