31 C
Kudus
Kamis, Februari 29, 2024

Cari Kegiatan Sejak Suaminya Meninggal, Endang Malah Temukan Jalan Rezeki dari Nasi Pecel

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli terlihat sedang menyantap sarapan di bawah payung ungu yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Panjunan, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus. Di sana, mereka dilayani oleh seorang wanita yang tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Warung yang hanya beratapkan payung itu memang selalu ramai setiap pagi. Bahkan, meski dengan tampilang seadanya, tempat itu sudah terkenal selama puluhan tahun. Lapak itu adalah Nasi Pecel Khas Solo yang dijual oleh Endang Sumarti (64).

Setelah melayani para pembelinya, Endang begitu ia biasa dipanggil bersedia menceritakan usaha yang dirintisnya sejak 1979 itu. Awalnya, ia merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun setelah suaminya meninggal, ia memutuskan berjualan nasi pecel daripada hanya berdiam diri di rumah.

Baca juga: Nasi Pecel Bu Endang Khas Solo, Jualan di Pinggir Jalan yang Omzetnya Jutaan Sehari

“Berjualan setelah suami tidak ada. Awalnya daripada dirumah saja, saya ingin ada kegiatan jualan, terus jual Nasi Pecel Khas Solo ini,” terangnya, Selasa (5/6/2022).

Endang mengungkapkan, memilih berjualan nasi pecel karena pembuatannya yang mudah. Meski begitu, selama 43 tahun jualan, ia juga sering mengalami pasang surut usaha.

Di tempatnya itu, ia menjual nasi pecel dan menu pendamping yang variatif, di antaranya sayur lodeh, pelas tahu, botok kemangi teri, botok udang, botok mlanding, sayur gudangan, aneka gorengan, dan kerupuk gendar. Ia juga menjelaskan jika untuk sayur pendamping setiap hari diganti-ganti, terkadang ia menyediakan sayur lodeh, kadang sayur labu siam, agar pelanggan tidak bosan.

Baca juga: Kisah Taufiq Rintis Usaha Baki Lamaran Sejak SMA hingga Mampu Biayai Kuliah Sampai S2

“Setiap hari sayurnya bukan lodeh saja, ganti ganti. Kadang sayur lodeh ini kadang juga sayur labu siam, kalo ada yang pengen ini besok saya bawa,” jelasnya.

Endang menjelaskan, nasi pecel satu porsi dijualnya seharga Rp10 ribu. Sedangkan untuk lauk, harganya mulai Rp1.500 sampai Rp5.000.

“Sehari habis 100 porsi di hari biasa. Kalau sekarang separuhnya karena libur sekolah. Ini saya bawa cuma separuhnya dari yang hari biasa,” pungkas Endang.

Editor: Ahmad Muhlisin

Erna Safitri
Erna Safitri
Erna Safitri adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di IAIN Kudus Jurusan Komunikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER