BETANEWS.ID, MAGELANG – Situs Candi Losari terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, pertama kali ditemukan pada 12 Mei 2004. Penemuan pertama situs candi masih berupa batu-batu andesit bercorak, yang merupakan bagian dari pucuk bangunan candi.
Penemuan Candi Losari bisa dibilang secara tidak sengaja. Pada saat itu, kebun salak milik Muhammad Badri yang berada di area area candi akan dibangun saluran irigasi sawah. Saat dilakukan penggalian, kemudian ditemukan candi tersebut.
Menurut penuturan Penjaga Candi Losari, yakni Surahman menjelaskan, candi tersebut terdapat emat bangunan. Yaitu, satu candi induk dan tiga candi perwara yang berada di bawah.
Baca juga: Menguak Keunikan Candi Ngawen di Magelang, Candi Budha yang Dijaga 4 Singa Misterius
“Untuk kedalaman sekitar 4 meter dan luas kurang lebih 25 x 25 meter. Karena lokasi candi ini berada di bawah, jagi memang harus dibangun atap untuk menghindari air dari curah hujan yang masuk ke dalam candi,” jelas Surahman.
Dijelaskan, Candi Losari bisa berada di bawah tanah karena tertimbun dari erusi Gunung Merapi. Selain itu juga gempa yang melanda ketika itu, sehingga struktur candi berserakan.
“Karena pada tahun kurang lebih 1006 ada erupsi Gunung Merapi dan juga ada gempa, maka candi ini runtuh berserakan di sekitarnya ini,” jelas Surahman.
Meskipun terkena dampak dari erupsi Gunung Merapi dan gempa yang membuat struktur candi berserakan, batu-batu candi masih utuh karena terpendam.
Temuan-temuan lain di tempat tersebut, yaitu berupa balok-balok batu bercorak dan berhias ceplok bunga, artefak-artefak, serta pucuk candi. Komponen-komponen lain yang ditemukan, diyakini sebagai atap candi.
Selain itu, juga terdapat struktur bangunan kuno pada sebuah lingkaran, sehingga dapat disebut sebagai situs yang kemudian dapat dikelompokan untuk menjadi satu kesatuan candi.
Disebutkan, Candi Losari ini dibangun oleh kerajaan Mataram kuno yang diperkirakan pada abad ke VII. Situs Candi Losari bukan merupakan komplek candi yang besar, akan tetapi memiliki ragam ornamen yang cukup indah.
Hal itu terlihat dari pintu masuk candi yang terdapat hiasan kepala kala yang masih utuh. Kemudian juga terlihat artefak pada komponen atap berupa hiasan ratna atau keben. Relief Arca Mahakala juga dapat ditemui pada pintu masuk candi induk. Kemudian relief gajah ditemukan di bagian belakang candi induk.
Baca juga: Menyusuri Jalan Terjal Menuju Candi Gunungsari
Sebagai salah satu candi yang berada di kawasan antara Borobudur dengan Prambanan, Candi Losari mempunyai peranan penting dalam melengkapi informasi mengenai data sejarah budaya. Kawasan poros Kedu – Prambanan, katanya, merupakan salah satu kawasan pusat kekuasaan kerajaan Mataram Kuno yang berkuasa di Jawa Tengah pada abad VII – X Masehi.
Kekuasaan dan kejayaan Kerajaan Mataram Kuno tak dapat dipungkiri dengan ditemukan banyaknya tinggalan arkeologi yang berupa candi-candi besar di wilayah Magelang serta wilayah sekitar Prambanan.
Editor: Kholistiono

