BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus Covid-19 di Indonesia yang terus melandai, berdampak positif terhadap industri rokok kecil di Kudus. Industri rokok kecil mengalami kenaikan produksi sekitar lima persen.
Hal itu diungkap oleh Owner Perusahan Rokok Rajan Nabadi Sutris. Pengusaha rokok yang berproduksi si Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) itu mengatakan, sejak kasus Covid-19 melandai, permintaan rokok dengan harga terjangkau pun meningkat.

Baca juga: Berikan Mesin Cetak Bungkus Rokok ke KIHT Kudus, Ganjar: ‘Semoga Kualitas Produksinya Meningkat’
“Setelah covid melandai, berangsur permintaan rokok produk kami mengalami peningkatan. Hal itu tentu juga berdampak terhadap produksi rokok kami juga meningkat. Peningkatannya sekitar lima persen setiap pekannya,” ujar Sutris kepada Betanews.id, Jumat (10/6/2022).
Dia mengatakan, produk rokok dari PR Rajan Nabadi ada tiga merek. Antara lain, Jambu Bol, Seroja serta Biji Jambu. Ketiga-tiganya rokok sigaret kretek tangan (SKT).
“Semua produk kami memang rokok SKT. Untuk pemasaran sudah merambah seluruh Indonesia. Dalam sehari setidaknya kami bisa menjual kurang lebih seribu bungkus,” ungkapnya.
Karena hanya bisa produksi rokok kretek tangan, ia pun berharap pemerintah bisa memberi bantuan mesin produksi rokok sigaret kretek mesin (SKM). Hal itu agar para industri rokok kecil bisa memproduksi rokok lebih banyak dan makin bisa bersaing.
“Wacananya tahun ini di KIHT Kudus ini akan ada bantuan mesin produksi rokok SKM. Jadi mohon untuk disegerakan, agar kami bisa memproduksi rokok SKM. Selain itu kami juga bisa produksi rokok lebih banyak, yang otomatis pendapatan Negara juga bertambah,” harapnya.
Baca juga: Sukses Kembangkan Industri Rokok Kecil, KIHT Kudus Jadi Role Model Daerah Lain
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi (Disnakerperinkop) dan UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, bahwa tahun ini KIHT akan mendapatkan bantuan mesin produksi rokok SKM. Anggarannya dari dana bagi hasil cukai sebesar Rp 2,9 miliar.
“Ini prosesnya sudah lelang. Nantinya mesin tersebut bisa memproduksi rokok SKM sebanyak 2 ribu batang, hanya dalam waktu semenit,” ujar Rini.
Editor : Kholistiono

