31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Jembatan Karangsambung yang Sempit dan Bikin Macet ini Ternyata Peninggalan Belanda

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa kendaraan roda empat dan dua tampak berhenti di ujung barat jembatan besi yang sudah banyak berkarat. Setelah beberapa mobil dan motor dari arah berlawanan lewat, baru kendaraan dari arah barat bisa melintas. Itulah keadaan Jembatan Karangsambung, penghubung dua kecamatan di Kudus yang sering macet.

Salah satu warga yang tinggal di dekat jembatan, Puji Widodo menuturkan, jembatan Karangsambung, yang berada di Desa Bae adalah penghubung antara Kecamatan Bae dan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Namun, keadaan jembatan yang cukup panjang dan sempit itu sering mengakibatkan kemacetan.

Beberapa kendaraan tampak melewati Jembatan Karangsambung. Foto: Rabu Sipan

“Sering bikin macet. Biasanya paling parah macetnya itu saat pagi. Ketika jam masuk kerja, serta sore hari. Bahkan antrean kendaraan bisa sampai 50 meter,” ujar pria yang akrab disapa Puji kepada Betanews.id, Kamis (2/6/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Balok Kayu Diduga Peninggalan Zaman Belanda Ditemukan di Sungai Mberok Semarang

Dia mengatakan, kemacetan itu diakibatkan jembatan yang melintas di atas Sungai Gelis itu lebarnya hanya 2,5 meter. Sehingga tidak cukup untuk simpangan dua mobil dari arah berlawanan, atau mobil agak besar dan motor.

Oleh sebab itu, harus ada kendaraan dari arah lain yang antre di ujung jembatan. Jika kendaraannya banyak maka akan terjadi kemacetan, apalagi jika satu sama lain tidak saling mengalah, lalu lintasnya bisa kacau.

“Saat tidak saling mengalah, selain macet dan kacau sering juga terjadi kecelakaan,” beber dia.

Dia mengatakan, Jembatan Karangsambung merupakan jembatan yang dibangun pada masa Pemerintah Kolonial Belanda. Hingga sekarang jembatan tersebut belum pernah dilakukan pemugaran.

Baca juga: Nitisemito, Raja Kretek dari Kudus, Orang Terkaya di Zaman Belanda (1/5)

“Dari dulu hingga sekarang setahu saya jembatannya ya begitu sempit dan belum pernah dipugar. Jika terjadi macet sangat mengganggu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Bae Agung Budiyanto membenarkan bahwa Jembatan Karangsambung dibangun pada masa Kolonial Belanda. Pada masa itu jembatan digunakan untuk distribusi bahan pokok termasuk gula.

“Iya, Jembatan Karangsambung itu peninggalan Belanda. Hingga sekarang belum pernah dipugar, keadaannya ya begitu sempit,” ujarnya.

Dia mengatakan, panjang Jembatan Karangsambung sekitar 50 meter, lebarnya hanya 2,5 meter. Karena sempit, jembatan itu tidak bisa untuk simpangan dua mobil. Bahkan untuk truk fuso tidak bisa lewat.

“Sebenarnya, saya pernah mengajukan pemugaran pada tahun 2020 tapi hingga sekarang belum ada kejelasan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER