Di sisi selatan Jalan Sunan Kudus, Dukuh Jagalan, Desa Langgar Dalem, Kota, Kudus, terlihat dua rumah kembar yang berada di sisi timur dan barat Sungai Gelis. Rumah tersebut masih berdiri megah, meski dibangun pada masa kolonial Belanda. Rumah tersebut milik Raja Kretek Nitisemito, yang disebut sebagai orang terkaya di Indonesia pada zaman penjajahan.

Tak jauh dari rumah kembar tersebut, ada sebuah rumah yang kini ditinggali  Yudi Ernawan Soemadji, cucu Nitisemito. Wawang, begitu dirinya akrab disapa, sudi berbagi kisah kepada Tim Liputan Khusus Beta News, tentang kakeknya, pelopor industri rokok kretek di Indonesia.

 Yudi Ernawan Soemadji, cucu Nitisemito. Foto: Kaerul Umam

Dia menceritakan, Nitisemito terlahir dari pasangan Soelaiman dan Markonah, sekitar tahun 1863. Ayah Nitisemito merupakan seorang lurah. Saat beranjak dewasa, Nitisemito sempat menjadi carik di desanya. Namun, jabatan itu diembannya tidak lama. Sebab, Nitisemito tidak suka dengan rutinitas pekerjaan itu.

beliau tidak betah dengan rutinitas pekerjaan itu. Beliau kemudian berhenti jadi carik dan memutuskan untuk merantau ke Jawa Timur. Kalau tidak salah itu di Mojokerto

Nusyirwan Soemadji, cucu Nitisemito.

“Eyang Niti (Nitisemito) tidak lama jadi carik, beliau tidak betah dengan rutinitas pekerjaan itu. Beliau kemudian berhenti jadi carik dan memutuskan untuk merantau ke Jawa Timur. Kalau tidak salah itu di Mojokerto,” ujar pria yang akrab disapa Nusyirwan kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

Di Jawa Timur, kata putra Soemadji (anak ketiga Nitisemito), kakeknya merintis usaha konveksi, produksi celana komprang zaman dulu. Namun, setelah usahanya besar, usaha tersebut dibagi-bagikan pada temannya di sana. Mesin jahit, celana hasil produksi dan sisa kain semua diberikan orang. Itu dilakukan karena kakeknya diminta pulang ke Kudus.

“Sesampai di Kudus, beliau diminta jadi carik lagi. Namun, lagi-lagi tidak betah, dan memilih untuk berwirausaha. Karena jiwa beliau wirausaha. Eyang Niti kemudian merintis usaha jagal kerbau. Tak hanya itu saja, beliau juga membuka usaha toko sembako,” katanya.

Tinggalkan Balasan