31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Sebabkan Kematian dan Belum Ditemukan Obatnya, Ini Ciri Ternak Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan ternak di Jawa Timur terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus dan bisa menyebabkan kematian pada ternak. Hingga saat ini, penyakit tersebut belum ditemukan obatnya. Lalu bagaimana ciri ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku.

Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus Sidi Pramono menuturkan, penyakit mulut dan kuku menyerang ternak berkaki empat. Di antaranya, sapi, kerbau, kambing, domba, kuda serta babi. Ada beberapa ciri ternak terkena penyakit mulut dan kuku.

Waspadai penyakit mulut dan kuku menyerang hewan ternak. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Antisipasi PMK, Dispertan Kudus Lakukan Pengawasan dan Tracking Hewan Ternak dari Jatim

-Advertisement-

“Ada beberapa ciri, di antaranya ternak mengalami demam tinggi antara 39 sampai 42 derajat celcius. Serta lidah dan mulut terdapat luka atau sariawan,” ujar Sidi kepada Betamews.id, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, lanjutnya, air liur ternak keluar secara berlebih. Badan dan kaki ternak bengkak, nafas ngos-ngosan, tidak mau makan dan jalannya pincang.

“Jika jalannya sudah pincang, biasanya dibarengi dengan lepas kuku. Ternak yang terkena penyakit mulut dan kuku pertumbuhannya stagnan dan bisa mati,” bebernya.

Dia mengatakan, penyakit mulut dan kuku ini sangat menular dan memang bisa menyebabkan kematian. Sehingga berdampak pada ekonomi pedagang atau pun juga peternak.

Meski menular, jelasnya, penyakit ini tidak menular ke manusia, termasuk daging atau yang dihasilkan dari ternak tersebut. Namun, ia pun mengimbau agar warga tetap teliti saat membeli daging atau susu.

Ia pun memberikan tips pengolahan daging dan susu yang benar agar terhindar dari virus dan penyakit yang ada pada ternak. Saat membeli daging, baiknya sampai rumah jangan dicuci tapi langsung direbus sampai mendidih selama 30 menit.

“Itu jika ingin langsung dimasak. Jika tidak, dagingnya tetap di dalam plastik dan dimasukan ke dalam freezer. Saat akan dimasak baru direbus sampai air mendidih selama 30 menit sebelum diolah. Hal itu juga berlaku untuk jeroan ternak,” jelasnya.

Sedangkan untuk susu, kata dia, pengolahan susu harus benar-benar steril. Baiknya susu direbus hingga mendidih. Saat mendidih itu jangan langsung diangkat, tapi dibiarkan selama lima menit.

Baca juga : Ganjar Siagakan Tim di Perbatasan Jatim untuk Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

“Saat air mendidih itulah penyakit dan virus akan mati. Sehingga penyakit hewan tidak menular ke manusia,” tandasnya.

Dia pun mengimbau kepada peternak atau bakul hewan di Kudus agar cepat melapor ke petugas, saat ada ternak mereka yang mengalami gejala terkena penyakit mulut dan kuku. Meski belum ada obatnya, tapi setidaknya ada pertolongan untuk menyembuhkan luka ternak.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER