31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Ganjar Siagakan Tim di Perbatasan Jatim untuk Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan kepada jajarannya untuk siaga di wilayah perbatasan, sebab kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak telah ditemukan di Jawa Timur. Ganjar menjelaskan, kewaspadaan itu dilakukan untuk antisipasi dengan mengisolasi hewan ternak dari Jawa Timur.

“Sekarang kita siaga hepatitis anak dan kesehatan hewan, wabil khusus penyakit mulut kuku ya. Ini sudah ada di Jawa Timur dan kita border perbatasan,” kata Ganjar, Rabu (11/5/2022).

Menurut Ganjar, sejauh ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengambil langkah awal untuk menangani kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan. Kementan akan segera memusnahkan penyakit tersebut dengan teknis yang dikuasai oleh para ahli dan dokter hewan.

-Advertisement-

Baca juga: DPRD Sulsel Minta Bantuan Ganjar Selesaikan Sengketa Aset Asrama Mahasiswa Sultan

“Kemarin ngobrol dengan Pak Menteri Pertanian di Makassar. Beliau sampaikan segera dimusnahkan itu ada teknisnya. Dukungan diberikan oleh Kementerian barangkali nanti Gubernur Jawa Timur yang akan mengeksekusi di lapangan. Nah kami siap-siap di Jawa Tengah bukan tidak mungkin itu juga kan bisa bergeser maka kenapa mesti dijaga transportasi lalu lintas hewan kita,” ungkap Ganjar.

Antisipasi penyakit mulut dan kuku juga dilakukan oleh Polda Jawa Tengah. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, meski belum membuat satgas khusus, tapi pihaknya sudah ada satuan khusus yang bergerak di bawah komando Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

“Satgas khusus tidak ada tapi itu kan masalah ekonomi. Jadi satgas pangan kita tidak hanya hewan, tidak hanya pangan. Itu sudah terbentuk, sudah ada. Jadi di bawah Direktorat Kriminal Khusus kita itu akan menangani secara komprehensif soal ini,” katanya.

Baca juga: Antisipasi Hepatitis Akut, Gibran Akan Fokus Monitoring Anak-anak

Melalui Ditreskrimsus itu kepolisian akan ikut mengawal dan memantau persebaran penyakit mulut dan kuku. Hal ini dilakukan dengan kerja sama lintas sektoral seperti pemerintah daerah dan dokter hewan. Tindakan intensif akan diambil apabila ada indikasi kasus yang meningkat.

“Polri akan selalu mengawal kegiatan ini sehingga tidak merembet ke daerah lain. Terutama para Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari TNI yang akan memberikan penerangan kepada masyarakat manakala terjadi fluktuatif di wilayah Jawa Tengah. Itu kesiapan kita,” tandas Kapolda.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER