31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKUDUSAntisipasi Penyebaran PMK,...

Antisipasi Penyebaran PMK, Dispertan Kudus Lakukan Pengawasan dan Tracking Hewan Ternak dari Jatim

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa wilayah di Jawa Timur digegerkan dengan wabah penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak. Bahkan sudah ada ratusan ternak yang terjangkit penyakit tersebut. Kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku yang menjangkiti ternak di Jawa Timur sempat membuat syok petugas peternakan di Kabupaten Kudus.

Hal tersebut diakui oleh Sidi Pramono selaku Sub Koordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus. Menurutnya, keterkejutannya itu dikarenakan pada tahun 1990, Indonesia itu dinyatakan bebas penyakit ternak mulut dan kuku (PMK).

Waspadai penyakit mulut dan kuku menyerang hewan ternak. Dispertan Kudus kini lakukan pengawasan. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Ganjar Siagakan Tim di Perbatasan Jatim untuk Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

- Ads Banner -

“Penyakit ternak PMK ini sudah lama ada. Namun pada tahun 1990 Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit PMK. Makanya saat ada kabar ratusan ternak di Jawa Timur terserang penyakit tersebut, kami sempat terkejut karena tak mengira sebelumnya,” ujar pria yang akrab disapa Sidi kepada Betanews.id, Rabu (11/5/2022).

Meski sempat syok dan terkejut, kata dia, pihaknya langsung ambil berbagai tindakan. Yakni, dengan cara melakukan pengawasan serta tracking terhadap hewan ternak warga dan para ternak milik bakul hewan di Kudus.

“Sejak masuk kerja setelah libur lebaran kami langsung terjun ke lapangan. Mengecek ternak-ternak di Kudus. Kemarin pas Kliwon kita langsung mengecek kesehatan ternak di Pasar Hewan di Gulang, Mejobo, Kudus, dan berlanjut terus ke lokasi lain,” ungkapnya.

Dia pun bersyukur, sampai saat ini di Kudus belum ditemukan wabah penyakit PMK pada ternak di Kudus. Menurutnya, banyak peternak dan bakul hewan di Kudus yang sudah tahu tentang adanya wabah penyakit PMK tersebut.

“Ternyata peternak dan bakul hewan di Kudus juga sudah banyak yang tahu tentang wabah PMK di Jawa Timur. Sehingga hal itu akan lebih mudah dalam pengawasan. Kita pun akan aktif melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) ke peternak dan bakul hewan di Kudus,” bebernya.

Saat ini beberapa pasar ternak di wilayah Jawa Timur tutup sebagai antisipasi pencegahan penyebaran lebih luas penyakit PMK tersebut. Namun, kata dia, beberapa pedagang hewan Jawa Timur kemudian menjajakan ternaknya ke pasar hewan di Rembang. Mendengar kabar itu, ia pun berinisiatif untuk mencari kabar ada bakul hewan dari Kudus yang datang ke pasar tersebut atau tidak.

“Saya pun langsung mencari tahu ada bakul hewan di Kudus yang ke pasar hewan di Rembang atau tidak. Kabarnya ada mobil Plat K di sana, tapi itu kan belum tentu bakul dari Kudus. Bisa saja bakul dari Pati, Jepara, Purwodadi dan Blora,” ungkapnya.

Baca juga : Pastikan Laik Konsumsi, Kesehatan Hewan Kurban di Kudus Dipantau Ketat

Dia mengatakan, penyakit mulut dan kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit tersebut sangat menular sesama ternak. Biasanya yang ternak yang bisa terjangkit adalah, sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, babi.

“Penyakit mulut dan kuku pada ternak menular, dan bisa menyebabkan kematian. Namun, menularnya sesama hewan tidak menular ke manusia,” ungkapnya.

Dia menuturkan, penyakit mulut dan kuku belum ditemukan obatnya. Hanya bisa dilakukan pencegahan yakni dengan vaksin. Namun, karena wabah penyakit mulut dan kuku ini mendadak ada lagi. Sehingga belum ada anggaran untuk vaksin.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler