BETANEWS.ID, KUDUS – Warung Fried Chicken ABA yang berada di Lingkar Utara, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak ramai, siang itu. Penuhnya pembeli itu menyibukkan dua orang pria dan satu wanita di sana. Salah satunya adalah Susanto (50), pemilik usaha.
Setelah melayani pembeli, Santo begitu ia akrab disapa bersedia berbagi kisah usahanya. Dia menuturkan, sebelum usaha kuliner seperti sekarang, sebenarnya ia pernah bekerja di perusahaan swasta selama kurang lebih 16 tahun. Lantaran ingin mendapatkan pemasukan yang lebih banyak, ia akhirnya nekat keluar kerja dan memilih berwirausaha.

“Pertimbangan saya keluar dari kerjaan karena saya mempunyai tiga anak yang membutuhkan biaya pendidikan banyak. Karena bekerja ikut orang gaji stagnan, akhirnya saya pilih merintis usaha sendiri. Sebab jika kita mempunyai usaha sendiri, pendapatan bisa kita atur dengan meluangkan waktu lebih dari waktu saat kita bekerja ikut orang,” beber Santo kepada betanews.id, Senin (23/5/2022).
Baca juga: Sehari Bisa Jual hingga 150 Porsi, Ayam Geprek di Fried Chicken ABA Harganya Cuma Rp9 Ribu
Dengan pertimbangan itulah, kata Santo, kini usaha kulinernya setidaknya bisa menjual hingga 120 hingga 150 porsi setiap harinya. Pembelinya juga dari semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
“Awalnya dulu itu karena iseng, waktu itu istri berjualan sosis. Saya coba menaruh lima potong ayam krispi di dagangan istri saya. Nah, ternyata laku. Kemudian saya tambah keesokan harinya dengan 10 biji ayam krispi, habis. Sampai saya coba menaruh hingga 25 biji, ternyata habis. Kemudian saya berpikir, kenapa tidak berjualan ayam krispi aja ya, karena peminatnya banyak,” jelasnya di warung yang buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB itu.
Dengan banyaknya peminat itu, lanjutnya, ia mulai berjualan di pinggir jalan dengan gerobak dorong, hingga kini ia bisa menyewa tempat untuk menyediakan pembeli yang makan di tempat.
Baca juga: Kisah Pipit Rintis Bisnis Cokelat Karakter yang Kini Suplai 50 Toko dan Minimarket di 7 Daerah
āAlhamdulillah hingga kini pembeli yang sudah merasakan masakan di sini, kebanyakan dari mereka kembali lagi,” tutur warga Desa Peganjaran RT 3 RW 4, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.
Ia menambahkan, di sana ia menyediakan menu makanan seperti, ayam krispi, ayam geprek, dan ayam bakar. Dari ketiga menu tersebut, yang paling laris adalah ayam geprek.
“Untuk harga bervariasi, untuk chicken krispi harga Rp7 ribu, ayam geprek Rp9 ribu, dan ayam bakar Rp10 ribu. Sedangkan untuk harga nasi Rp 2 ribu,” rinci Santo.
Editor: Ahmad Muhlisin

