31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaKUDUSIAIN Kudus Pelopori...

IAIN Kudus Pelopori Pendampingan Proses Produk Halal Melalui Program KKN

BETANEWS.ID, KUDUS – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus memiliki program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbeda dari biasanya. Perguruan tinggi di Kudus itu memiliki program pendampingan proses produk halal yang diintegrasikan dalam kegiatan KKN.

Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Umar mengapresiasi program KKN tersebut. Pihaknya yakin dan optimis, program ini bisa diikuti perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat maupun pengusaha untuk menyadari pentingnya produk halal dalam mengembangkan usahanya.

Baca juga : IAIN Kudus Kukuhkan 2 Guru Besar, Upaya Percepatan Tranformasi Jadi UIN

- Ads Banner -

“Kami yakin dan optimis dengan semangat kawan-kawan PTKIN dan IAIN Kudus ini yang pertama mempelopori adanya pendampingan produk halal yang diintegrasikan ke dalam KKN. Semoga menjadi bagian untuk membantu masyarakat dan pengusaha di Pantura, kiblatnya ada di IAIN Kudus,” ungkap Ahmad Umar melalui zoom meeting dalam acara Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) 2022 yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kudus beberapa waktu lalu.

Untuk meyakinkan masyarakat sadar halal, ungkap Umar, hal itu menjadi tantangan tersendiri. Kepada 103 peserta pelatihan yang juga merupakan calon dosen pendamping lapangan (DPL) KKN 2022 dapat melakukan pembekalan pada mahasiswanya. Yakni dengan memberikan edukasi pada mahasiswa agar bisa memberikan semangat masyarakat ataupun konsumen untuk diarahkan hanya memilih makanan yang sudah bersertifikat halal.

Calon DPL pun akan diberikan materi, praktik, penugasan, serta kegiatan evaluasi. Hingga seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat dari BPJPH.

“Memang perlu adanya kesadaran, kampanye, dakwah sadar halal melalui sertifikasi halal bagi pengusaha. Materi mengenai produk halal IAIN Kudus bisa dikirim ke masjid-masjid, kampung-kampung, sebagai langkah dakwah dalam memberikan kesadaran bagi masyarakat lainnya untuk mengkonsumsi makanan bersertifikasi halal,” katanya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mudzakir mengungkapkan, pelatihan pendampingan produk halal ini merupakan edukasi bagi para dosen. Hingga para dosen IAIN Kudus memiliki pengalaman riil bagaimana menguji kehalalan, dan kampus hadir dalam memberikan kontribusi terhadap produk halal yang akan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“Pelatihan ini wujud ikhtiar PTKIN dalam mensukseskan program Kementrian Agama untuk menerbitkan 1 juta bantuan sertifikasi halal gratis pada tahun 2022 bagi pelaku UMK melalui skema self declare, serta mencetak 100.000 orang pendamping PPH untuk mendukung realisasi program tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk bisa semakin memperkuat rantai ekosistem produk halal di Indonesia, dan juga mendukung target Indonesia untuk mengejar predikat sebagai produsen produk halal terbesar di dunia” jelasnya.

Baca juga : Pertama Kali Ada, Sekolah Akuntansi Pesantren Dilaunching di IAIN Kudus

Pelatihan yang bertujuan menghasilkan Pendamping PPH ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 17-21 Mei 2022. Ketua LPPM IAIN Kudus, Mohammad Dzofir menjelaskan, bahwa peserta yang lulus pelatihan akan diproyeksikan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Pendampingan Proses Produk Halal. Dimana LPPM IAIN Kudus akan menerjunkan 550 mahasiswa untuk mengikuti KKN Tematik Pendampingan PPH Tahun 2022.

” Mereka kita harapkan memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melatih dan membimbing mahasiswa KKN IAIN Kudus dalam membantu para pelaku UMK untuk memperoleh sertifikasi produk halal.” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler