BETANEWS.ID, KUDUS – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengukuhkan dua Guru Besar, yakni Abdurrohman Kasdi sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Islam, dan Ihsan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Agama Islam. Mereka dikukuhkan di Lantai 4 Gedung Perpustakaan IAIN Kudus, Sabtu (12/3/2022).
Rektor IAIN Kudus Mudzakir mengatakan, tambahan dua orang guru besar ini merupakan upaya pihak kampus dalam percepatan transformasi IAIN Kudus menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Beberapa syarat lain yang sedang dipenuhi antaranya, status akreditasi, jumlah doktor, sarana prasarana pembelajaran, dan jumlah lahan.

“Untuk menjadi UIN kita kurang satu hal, yaitu soal akreditasi institusi. Semua persyaratan menjadi UIN sudah kita siapkan, segera akan kita submit begitu akreditasi kita naik. Yang menilai akreditasi ini dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi),” ungkapnya.
Baca juga: Pertama Kali Ada, Sekolah Akuntansi Pesantren Dilaunching di IAIN Kudus
Mudzakir menjelaskan, ada tiga tranformasi yang perlu dilakukan setiap perguruan tinggi di Indonesia, yakni transformasi kelembagaan, digital, dan internasionalisasi. Hal itu dikatakannya perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memadai.
“Dengan lahirnya dua guru besar ini diharapkan mampu mendukung tiga transformasi itu. Total sekarang, alhamdulilah IAIN Kudus sudah memiliki tiga orang guru besar yang sudah dikukuhkan. Masih ada tiga orang lagi yang sedang dalam proses pengusulan dan menunggu penetapan,” bebernya.
Selain itu, peran guru besar sangat penting sebagai pelopor inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karya-karya besarnya ditunggu dan diharapkan semua pihak, khususnya bagi IAIN Kudus mewujudkan Global University.
“Maka pengembangan informasi teknologi dan riset-riset yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi syarat mutlak bagi kemajuan IAIN Kudus. Kami juga berharap, hadirnya guru besar ini mampu memberikan inovasi dalam bidang keilmuan, penyusunan visi misi, dan RPS,” tandasnya
Bupati Kudus HM Hartopo menambahkan, momen pengukuhan ini bisa dijadikan inspirasi banyak pihak, terkhusus bagi perguruan tinggi lainnya. Harapannya, akan semakin banyak lahir guru besar di Kudus.
Baca juga: Jaring Pengusaha Muda, HIPMI Kudus Lebarkan Sayap di UMK dan IAIN Kudus
“Saya kira ini menjadi inspirasi kita bersama. Bukan hanya kuantitas saja, tapi juga kualitas. Bahwa dengan bertambah banyaknya guru besar juga dibarengi dengan kualitas sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Hartopo juga berharap dengan bertambahnya guru besar di Kudus mampu memberikan sumbangsih keilmuannya dan menciptakan anak didik yang berkualitas. Sehingga, lahirlah sarjana atau alumni perguruan tinggi yang berkualitas di bidangnya masing-masing.
“Pesan saya ini bisa menjadi inspirasi. Belajar itu tidak mengenal waktu, tidak mengenal umur. Marilah kita yang ada kesempatan belajar, kita belajar terus sampai akhir hayat,” tutup Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

