31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pertama Kali Ada, Sekolah Akuntansi Pesantren Dilaunching di IAIN Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghofur didampingi Rektor didampingi Rektor IAIN Kudus Mundakir, melaunching Sekolah Akuntansi Pesantren di Aula Lt 3 Gedung Rektorat IAIN Kudus pada Jumat (10/12/2021).

Waryono mengapresiasi adanya Sekolah Akuntansi untuk pesantren tersebut. Ia optimis, bahwa ke depan pesantren akan lebih bagus dalam kontek keuangan.

Menurutnya pondok pesantren sudah memiliki banyak modal untuk pertanggungjawaban, tapi dalam praktik keuangan yang modern, sebagian pesantren baru memasuki hal tersebut.

-Advertisement-
Para peserta mengikuti launching Sekolah Akutansi Pesantren di IAIN Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Lewat Perda Pesantren, Pemprov Jateng Ingin Tertibkan Legalitas Pesantren

Bahkan ia menyebut, bahwa inovasi sekolah ini pertama kali di dunia. Dengan hadirnya sekolah akuntansi pesantren ini, pihaknya berharap pesantren bisa lebih cepat dalam merespon dan melakukan akselerasi diri terhadap persoalan-persoalan keuangan.

“Sebab, santri itu bukan hanya pintar ngaji saja. Tapi juga pintar dalam mempertanggungjawabkan keuangan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Kudus Mundakir merasa, bahwa pendidikan akuntansi kepada para santri perlu dilakukan. Santri tidak hanya berkiprah dalam dunia keagamaan saja, melainkan juga akan mengalami masalah terkait dengan pertanggungjawaban dalam keuangan negara suatu saat nanti.

“Sehingga kalau mereka memiliki pengetahuan agama yang kuat, akidah kuat, kemudian memiliki administrasi negara yang bagus. Saya kira bukan tidak mungkin ke depan di dunia birokrasi bisa didominasi para santri,” jelasnya.

Sekolah Akuntansi Pesantren gelombang pertama, lanjut Mundakir akan berlangsung mulai Sabtu hinga Minggu (11-12/12/2021). Sedangkan untuk peserta berjumlah 20 orang yang sudah dipilih oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Tengah.

Sekolah ini, jelasnya, tidak hanya fokus pada pemberian teori, tapi lebih banyak kepada praktik dalam mempertanggungjawabkan keuangan. Tenaga pengajarnya pun berasal dari dosen yang berkompeten yang merupakan dosen dari IAIN Kudus yang memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi.

Baca juga : Fraksi PKB DPRD Kudus Serahkan Draf Usulan Ranperda Inisiatif Tentang Pesantren

Apalagi, IAIN Kudus juga memiliki fakultas yang fokus dalam hal akuntansi. Yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

“IAIN Kudus, kita memiliki SDM yang mencukupi terkait akuntansi. Kebetulan IAIN Kudus per hari ini TLHP (Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan) kita nol. Artinya pertanggungjawaban IAIN Kudus dalam keuangannya luar biasa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER