31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKUDUSFraksi PKB DPRD...

Fraksi PKB DPRD Kudus Serahkan Draf Usulan Ranperda Inisiatif Tentang Pesantren

BETANEWS.ID, KUDUS – Eksistensi pondok pesantren dan santri semakin diakui pemerintah. Setelah 22 Oktober ditetapkan Presiden RI Joko Widodo sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015, kemudian muncul Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren. kini giliran DPRD Kudus menginisiasi Raperda Pondok Pesanten di Kudus.

Usulan Raperda Pondok Pesantren itu dimotori Fraksi PKB DPRD Kudus. Proses pembuatan raperda itu sudah pada tahap penyampaian prakarsa raperda inisiatif kepada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kudus.

Baca juga : Belum Juga Terealisasi, Fraksi PKB Minta Pemkab Kudus Segera Buat Perda Pesantren

- Ads Banner -

Ketua Fraksi PKB DPRD Kudus Ali Ihsan mengatakan, pada September lalu, pihaknya telah menyerahkan usulan kepada Bapemperda DPRD Kudus. Selain tentang pesantren ada empat poin raperda lainnya yang juga dimasukkan dalam usulan itu.

“Ada lima poin yang kami usulkan. Ada raperda tentang pesantren, kemudian penyelenggaraan pendidikan nonformal, pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh serta pemberdayaan wakaf produktif, dan terakhir ranperda tentang produk halal,” jelasnya, Sabtu (23/10/2021).

Menurut Ali, usulan yang sudah dimasukkan Fraksi PKB ke Bapemperda tersebut akan menjadi skala prioritas.

Meski begitu, pembahasan terkait ranperda inisiatif yang diusulkan Fraksi PKB tersebut perlu menunggu lebih lama. Sebab, saat ini anggota dewan masih fokus membahas APBD Perubahan 2021 dan APBD 2022.

Ali tetap berharap, Kudus memiliki Perda Pesantren. Terlebih, Kudus adalah kota santri yang memiliki ratusan pondok pesantren sebagai tempat berdakwah dan menimba ilmu agama Islam.

“Kita bicara Kudus itu Kota Santri, yang diperlukan agar Perda tentang Ponpes segera ada di Kabupaten Kudus. Aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Akan kita bawa untuk menciptakan Perda sesuai harapan Ponpes,” jelas Ali.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, bahwa Perda Pesantren sampai saat ini memang belum disahkan. Kudus yang memiliki julukan Kota Santri, masih belum mengetok palu soal Perda bagi pondok pesantren.

Baca juga : Fraksi PKB Kudus Sesalkan Perda Pesantren Tak Terwujud Tahun Ini

Kendati demikian, Hartopo mengungkapkan, bahwa sampai saat ini, ranperda pesantren masih dalam proses pembahasan.

“Perda pesantren belum, masih dalam pembahasan, belum ada dok. Tapi kami tetap berharap yang terbaik bagi santri. Harapan kami seperti itu,” katanya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler