BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam waktu dua bulan, tanggul sungai di Desa Golantepus RT 03 RW 01, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus jebol. Agus Rinjanto (37) warga yang rumahnya berada tepat di samping tanggul menceritakan, tanggul jebol sempat terjadi pada awal Februari 2022 lalu. Kemudian selang satu bulan, kembali terjadi tanggul jebol. Lokasinya pun hanya berjarak beberapa meter saja.
“Yang pertama itu di sebelah pojok, terus yang tadi malam itu yang bagian sampingnya ini,” ungkap Agus sambil menunjuk lokasi tanggul jebol, Kamis (10/3/2022).
Baca juga : Bupati Kudus Perintahkan Agar Tanggul yang Rawan Jebol Segera Diperbaiki
Agus menceritakan, tanggul yang jebol untuk kedua kalinya itu terjadi tadi malam sekitar pukul 18.30 WIB. Saat hujan mulai reda dan volume air sungai meningkat, tanggul tiba-tiba jebol karena tak sanggup menahan derasnya aliran air, ditambah volume air yang semakin banyak.
“Jadi waktu itu saya sudah jaga-jaga kalau sewaktu-waktu jebol, karena kan sebelumnya sudah pernah jebol. Dan ternyata iya, setelah Maghrib tanggul jebol dan air sungai mengalir deras ke rumah-rumah. Terus saya laporan ke pihak desa untuk segera ditangani,” ceritanya.
Banjir pun tak bisa terelakkan. Namun sekitar pukul 23.00 WIB, banjir sudah surut. Bersama pihak desa, kecamatan, TNI-Polri, BPBD, relawan, serta warga setempat saling bantu membantu membersihkan sisa-sisa banjir.
“Pagi tadi juga pihak kecamatan, desa, TNI-Polri, BPBD, relawan, warga pun saling membantu menutup tanggul yang jebol,” ungkapnya.
Dari pantauan, terlihat di lokasi tanggul yang sempat jebol ada tumpukan karung yang berisi pasir dan tanah batuan padas yang digunakan untuk menutup tanggul rusak.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Rinardi Budiyanto mengkonfirmasi, bahwa tadi malam terjadi tanggul jebol di RT 03 RW 01 Desa Golantepus. Setidaknya ada 15 rumah dengan sekitar 60 KK yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Tanggul yang jebol ukurannya sekitar 2×1 meter. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 1 juta,” ungkapnya.
Baca juga :Â Setiap Musim Hujan, Warga Desa Pladen Ngaku Tidak Tenang Karena Ada Ancaman Tanggul Jebol
Siang tadi, Bupati Kudus HM Hartopo pun langsung meninjau lokasi tanggul yang jebol. Kepada tim BPBD, camat, kepala desa, dan pihak lainnya, Hartopo mengingatkan agar mitigasi bencana itu benar-benar dijalankan. Terlebih di titik-titik tanggul yang rawan jebol.
“Dipantau terus menerus. Segera diperbaiki (tanggul rawan), jangan malah nunggu jebol,” kata Hartopo.
Langkah itu, diyakini Hartopo mampu mengantisipasi kembali terjadinya tanggul jebol. Meskipun intensitas hujan tinggi dan membuat volume air sungai meningkat, tidak sampai membahayakan warga yang ada di sekitar sungai.
Editor : Kholistiono

