BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa jam tangan tampak tersusun rapi di sebuah etalase toko yang beradai di depan pelataran rumah yang ada di kawasan Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Seorang perempuan juga terlihat sedang menata beberapa stok jam. Dia adalah Regina Nungki Kusuma Ningrum (30), pemilik Toko Jam Kudus.
Regina pun sudi berbagi cerita awal mula merintis bisnis jam tangan tersebut. Katanya, sebelum melakoni usaha jam tangan, ia sempat menjadi guru SD swasta di Kudus.

Baca juga : Kisah Sukses Siska Nuna, Agen MS Glow Pertama di Kudus yang Kini Punya 70 Member
Kemudian, karena tidak betah, Regina pun memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya yang sudah ia jalankan selama 6 bulan.
“Sebelum usaha, saya sempat kerja jadi guru SD tapi nggak betah, dan bayarannya sedikit, hanya cukup untuk kebutuhan hidup saja. Dulu saya digaji sekitar Rp 1,3 juta per bulannya. Sebenarnya saya sudah suka jualan sejak masih kuliah, tapi dulu masih ganti-ganti jualannya. Baru setelah berumah tangga dan keluar pekerjaan, saya mencoba fokus ke satu produk saja,” ucapnya, Kamis (10/03/2022).
Setelah memutuskan untuk keluar dari profesinya sebagai guru SD, awalnya Regina masih melakukan dua pekerjaan, yaitu menjadi guru les privat dan jual jam secara online. Namun, karena dirasa kurang fokus, ia pun akhirnya memutuskan untuk fokus ke satu pekerjaan saja yaitu jualan jam tangan.
“Awalnya setelah keluar masih jadi guru les privat sama jual jam, tapi karena dulu banyak pelanggan yang datang ke rumah tapi saya masih ngajar, akhirnya pada tahun 2020 saya putuskan untuk jual jam tangan saja di depan pekarangan rumah. Kemudian mulai tahun 2020 saya banyakin stok produknya,” jelasnya.
Ia pun mengaku membuka usaha tersebut modal nekat. Gaji terakhir sebagai guru ia gunakan untuk modal untuk membeli jam tangan, yaitu sebesar Rp 1,3 juta. Dengan jumlah uang yang tidak banyak itu, katanya, ia cuma dapat belasan jam tangan saja.
“Dulu saya jualnya masih di dalam rumah, jamnya masih di dalam boks gitu dan lewat online. Kalau sekarang sudah di depan rumah, sudah ada etalasenya,” ujarnya.
Meski berjualan di depan pekarangan rumah dan mengandalkan penjualan online, tetapi jam yang dijual Regina banyak peminatnya. Bahkan ia bisa menjual 200 jam per bulanya.
Baca juga : Kisah Owner Awkulit, Merintis Bisnis Kulit Ayam Krispi dari Dapur Rumah
“Alhamdulillah sekarang penjualanya semakin baik, sebulan bisa jual 200 jam,” ucapnya.
Untuk penjualan katanya, konsumennya tidak hanya dari Kudus saja, bahkan banyak dari luar daerah. Di antaranya Papua, Kalimantan, Sumatera, Semarang, Jepara, Pati, dan masih banyak lainya.
“Ke depan pinginnya tetap ada toko, tapi sementara sambil mengenalkan brand saya, saya jual lewat online dan dari rumah saja, untuk hemat budget juga,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

