Dispertan Kudus Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menemukan kasus cacing hati pada sejumlah hewan kurban saat Iduladha 2026. Temuan tersebut didapati di beberapa titik pemantauan pemotongan hewan kurban yang tersebar di wilayah Kudus.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah, mengatakan, temuan itu berasal dari hasil pemeriksaan di sekitar 13 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan lima kasus cacing hati yang terdiri atas tiga kasus pada kerbau dan dua kasus pada kambing.

“Semua bagian hati yang terindikasi sudah langsung dimusnahkan. Kalau untuk daging dan organ lainnya masih aman dikonsumsi,” ujar Arin melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2026).

-Advertisement-

Arin menjelaskan, parasit yang ditemukan merupakan jenis cacing hati. Bentuknya memang menyerupai pita, namun termasuk kategori cacing yang menyerang organ hati hewan.

Menurutnya, temuan tersebut tidak membuat seluruh bagian hewan harus dimusnahkan. Bagian yang dibuang hanya organ hati karena menjadi tempat berkembangnya parasit tersebut.

“Kalau daging tidak ada masalah. Organ lain seperti jantung dan limpa juga masih aman dikonsumsi. Yang dimusnahkan hanya bagian hati,” katanya.

Ia mengungkapkan, keberadaan cacing hati tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan dengan cara membelah organ hati untuk memastikan ada tidaknya parasit di dalamnya.

Baca juga : Bupati Sam’ani Perintahkan Perketat Pengawasan Hewan Ternak Jelang Kurban

Secara fisik, ungkapnya, organ hati yang terinfeksi biasanya memiliki tekstur lebih keras dibandingkan hati normal. Selain itu, terdapat benjolan atau bercak kehitaman yang menjadi tanda awal adanya infeksi parasit.

“Nanti setelah dibelah biasanya ada rongga kecil tempat cacing bersembunyi. Itu harus dicek lebih teliti,” jelasnya.

Arin menyebut, temuan tersebut sekaligus menjadi bahan edukasi bagi masyarakat dan panitia kurban agar lebih teliti saat proses penyembelihan maupun pembagian daging kurban. Sebab, tidak semua masyarakat memahami ciri-ciri organ hewan yang terinfeksi parasit.

Menurutnya, pengawasan dari petugas tidak mungkin menjangkau seluruh lokasi penyembelihan hewan kurban di Kudus. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat mulai memahami pemeriksaan sederhana secara mandiri.

“Harapannya masyarakat bisa lebih paham. Minimal tahu ciri-cirinya, sehingga ketika menemukan kondisi mencurigakan bisa langsung dipisahkan dan tidak dibagikan,” terangnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER