BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Iduladha bukan sekadar ibadah, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh hewan kurban yang masuk ke Kudus harus dipastikan sehat dan bebas penyakit,” katanya melalui siaran tertulis, Senin (25/5/2026).
Ia menekankan pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lalu lintas ternak, pemeriksaan kesehatan di kandang maupun pasar hewan, hingga proses penyembelihan.
“Jangan sampai ada ternak sakit yang lolos. Hewan kurban harus dipastikan sehat dan diperlakukan dengan baik,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Prasetyo, mengatakan pengawasan kesehatan hewan kurban sudah dilakukan di 17 titik lokasi yang meliputi kandang pedagang, peternak, kelompok ternak, hingga pasar hewan.
Baca juga : Peminat Kurban Kerbau di Jepara Masih Tinggi, Harganya Mulai Rp18-33 Juta
“Dari hasil pemantauan, hewan ternak kurban secara umum dinyatakan sehat. Tidak ditemukan kasus PMK, LSD, maupun penyakit hewan menular lainnya di lokasi pemeriksaan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan beberapa gangguan kesehatan ringan akibat faktor transportasi seperti ternak lemas dan luka lecet.
“Petugas juga memberikan vitamin dan obat penambah imunitas untuk menjaga kondisi ternak tetap prima,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga April 2026 pihaknya masih mencatat 22 kasus PMK pada ternak besar di Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, pengawasan lalu lintas ternak terus diperketat menjelang Iduladha.
“Pemantauan dilakukan terhadap pemasukan ternak dari luar daerah maupun kondisi kesehatan ternak di kandang dan pasar hewan,” ungkapnya.
Menurutnya, menjelang Iduladha populasi ternak kurban di Kudus diperkirakan meningkat cukup signifikan. Jumlah sapi diperkirakan mencapai 4.583 ekor, kerbau 3.654 ekor, kambing 38.900 ekor, dan domba sekitar 17.500 ekor.
Di sisi lain, Dispertan juga terus menggencarkan vaksinasi PMK terhadap sapi dan kerbau. Hingga April 2026, vaksinasi telah diberikan sebanyak hampir 1.500 dosis.
“Kami sudah melaksanakan vaksinasi sekitar 1.300 sampai hampir 1.500 dosis untuk ternak sapi dan kerbau,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Kudus juga telah menyiapkan layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) ruminansia milik pemerintah daerah yang telah memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Terlebih, tim teknis khusus Iduladha juga dibentuk untuk melakukan pendampingan di lokasi penyembelihan hewan kurban di masjid, sekolah, maupun perkantoran.
“Petugas akan memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal,” terangnya.
Editor: Kholistiono

