Tak Menyerah Gagal di Banyak Usaha, Saryoto Akhirnya Sukses Jualan Soto Gobyos

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Utara Jalan Kapten Ali Mahmudi, tepatnya 50 meter sebelah barat Lapangan Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak warung yang ramai pembeli. Di dalam warung, puluhan pelanggan terlihat sedang menikmati hidangan soto, serta ada pula yang sedang menunggu pesanan. Di samping meja kasir, seorang pria mengenakan peci terlihat melayani para pelanggan yang membayar. Pria tersebut yakni Saryoto (68), pemilik warung Soto Gobyos Bu Sum.

Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Pak Gobyos itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, Soto Gobyos Bu Sum dirintis oleh istrinya pada 1986 di Solo. Waktu itu, dirinya menekuni usaha lain, seperti mebel, produksi kerupuk, dan produksi tahu.

Warung Soto Gobyos Bu Sum yang selalu ramai pembeli. Foto: Rabu Sipan.

“Namun sayangnya, usaha saya itu gulung tikar semua. Padahal awalnya sempat berjaya,” ujar Gobyos kepada Betanews.id, Ahad (13/2/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Tedi Bangkit dari Pandemi, Rintis Balis Coffee di Kampung yang Kini Makin Ramai

Setelah berbagai usaha yang ditekuni gagal. Ia pun kemudian berinisiatif untuk mengembangkan usaha soto istrinya. Warung soto yang tadinya kecil, dibikin besar dengan tempat yang strategis dan luas. Soto Gobyosnya laris manis, bahkan ia memiliki 20 karyawan.

“Namun, karena lokasinya saat itu masih sewa dan dijual pemiliknya, saya pun terpaksa menutup warung soto saya. Saya pun berhenti berjualan,” ungkapnya.

Atas saran anaknya yang bekerja di perusahaan properti di Kudus. Ia pun diminta untuk buka warung di Kota Kretek. Gobyos pun lantas mengiyakan saran anaknya dan mulai cari lokasi untuk berjualan.

“Setelah dapat lokasi, saya pun buka warung Soto Gobyos di Desa Bakalankrapyak. Saya pindah berjualan di Kudus itu pada tahun 2016,” terang pria yang saat ini tercatat sebagai warga Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus itu.

Dengan mematok harga murah, Rp3.500 seporsi dan harga es teh Rp1.500, serta rasa yang enak, Soto Gobyos pun langsung laris manis di Kudus. Bahkan saat itu, ia dan istrinya sampai sakit kecapaian karena banyaknya pelanggan.

“Karena kewalahan itulah, anakku yang kerja di perusahaan properti saya minta keluar untuk bantu jualan soto,” bebernya.

Baca juga: Kisah Ali Ustadi, Polisi yang Buka Lapangan Pekerjaan Melalui Bisnisnya Jiwa Maliter

Lima tahun berlalu, lanjutnya, kini warung Soto Gobyos Bu Sum sudah buka cabang di Desa Bacin. Sama dengan warung pertama, cabang keduanya ini juga selalu ramai. Saat ini, ia menjual soto dengan harga Rp6 ribu per porsi. Menurutnya, harga tersebut masih sangat terjangkau dibanding harga soto yang ada di Kudus.

Untuk rasa tetap dipertahankan, enak dan cocok di lidah para pelanggan. Hal itulah yang menjadikan Soto Gobyos laris manis diserbu pelanggan.

“Setiap hari setidaknya kami mampu menjual antara 1.000 sampai 1.500 porsi. Saya juga melayani pesanan, di antaranya untuk acara pernikahan, instansi pemerintah dan lainnya,” tandas Gobyos.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER