BETANEWS.ID, SOLO – Festival Jenang jadi salah satu rangkaian acara Hari Jadi ke-277 Kota Solo. Karena masih dalam masa pendemi, acara yang sudah berjalan selama satu dasawarsa itu akan digelar sederhana pada 19 Februari 2022.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Jenang, Slamet Raharjo mengatakan, pelaksanaan ini akan terasa spesial karena menandai 10 tahun adanya Festival Jenang.
“Alhamdulillah Mas Wali (Gibran) sangat mendukung kegiatan-kegiatan ini. Kami akan merencanakan mulai 2023 nanti ada Festival Jenang Nusantara dan kami berencana membuat buku Gastronomi Jenang Nusantara,” papar Slamet saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (8/2/2022).
Baca juga: Ini Rangkaian Perayaan HUT ke-277 Kota Solo 17 Februari Mendatang
Slamet menjelaskan, tahun ini festival akan dirayakan secara kecil-kecilan di kawasan Ngarsopuro.
“Kita hanya seremoni kecil saja dan kita hanya berbagi jenang kepada tokoh-tokoh di Solo yang setiap hari mengawal kota ini dan masyarakat Solo,” jelasnya.
Adapun jumlah jenang yang akan dibagikan, menurut Slamet, tidak terlalu banyak yakni hanya berkisar puluhan. Jennag itu akan dibagikan kepada masyarakat dan beberapa tokoh di Kota Solo. Adapun jenang nantinya akan dibagikan dengan menggunakan takir atau wadah yang terbuat dari daun pisang.
“Jenis jenang, kita akan rumuskan kembali, karena kita mempunyai 22 jenang. Di mana 22 jenang itu, 17 di antaranya yang mengiringi perpindahan Keraton Solo pada waktu itu,” ungkap dia.
Untuk tema, Slamet mengatakan belum ada tema yang pasti. Kendati demikian, menurutnya tema yang sesuai adalah semangat untuk kebersamaan di tengah pandemi melalui jenang.
Baca juga: Brand-brand Fashion Ternama Diharapkan Bisa Kerja Sama dengan Industri Lokal
“Tidak ada undangan khusus, jadi kita berharap para tokoh masyarakat, kemudian Yayasan Jenang Indonesia dan insyaAllah Mas Wali juga berkenan hadir dalam acara itu untuk memberikan semangat,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut, dalam kegiatan itu akan ada sarasehan yang akan membahas serta mengolah tentang metamorfosa jenang. Ia juga berharap, para pengusaha milenial juga bisa menjadikan jenang sebagai produk pangan yang kekinian.
“Yang kita harapkan nanti Mas Wali bisa memberikan semangat untuk usahawan-usahwan milenial itu me-make over jenang tradisional menjadi produk kekinian. Dari sesaji menjadi sajian,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

