BETNEWS.ID, SOLO – Peringatan Hari Jadi ke-277 Kota Solo yang jatuh pada 17 Februari mendatang dipastikan akan tetap berjalan sesuai rencana. Namun, karena kasus Covid-19 sedang meningkat, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan melakukan pembatasan-pembatasan selama berjalannya rangkaian acara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta, Aryo Widyandoko menjelaskan, dua acara utama peringatan HUT Kota Solo akan dilakukan secara terbatas, yaitu upacara dan Kirab Boyong Kedhaton. Menurutnya, perayaan HUT Kota Solo memang dibuat sangat minimalis.
“Yang pertama upacara, terbatas, tidak banyak. Nanti kalau hiburannya tarian-tarian dan nanti prajurit juga ada di situ. Prajurit keraton itu untuk upacara,” jelas Aryo saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (8/2/2022).
Baca juga: Bakal jadi Masjid Terbesar di Solo, Ini Sederet Kemegahan Masjid Sheikh Zayed
Aryo mengatakan, upacara akan dilaksanakan di halaman Balai Kota Solo. Sedangkan untuk Kirab Boyong Kedhaton akan dilaksanakan mulai dari area Benteng Vastenburg hingga Balai Kota.
“Kirab biasanya kan dari Kartosuro sampai ke Keraton. Berhubung corona, sedang dipertimbangkan, jalannya dari benteng sampai Balai Kota, diperpendek atau nanti lebih pendek lagi seko (dari) Bank Indonesia,” kata dia.
Kendati demikian, Aryo mengatakan bahwa jika situasi pandemi Covid-19 masih belum membaik, maka pihaknya akan memperhatikan jarak tempuh kirab, serta jumlah peserta kirabnya.
“Sudah dipilih-pilih (peserta kirab) ndak seperti biasa. Kan biasnya bisa sampe 500 sampai 700-an. Ada temen-temen EO (event organizer) yang sudah nyiapkan,” jelasnya.
Baca juga: Gibran Targetkan Solo Bebas Kawasan Kumuh pada 2026
Selain dua acara utama tersebut, Festival Jenang juga tetap diadakan di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta. Namun jadwalnya di hari yang berbeda dan sesuai dengan ketentuan pembatasan.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa HUT Kota Solo akan dilaksanakan seperti biasanya. Acara tersebut akan tetap berjalan, tapi dengan beberapa ketentuan dikarenakan saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Kirabe cuma diikuti orang kita sendiri, nggak banyak. Jalan seperti biasa, nggak ada perubahan, tetap jalan,” tandas Gibran.
Editor: Ahmad Muhlisin

