BETANEWS.ID, SOLO – Istri Wakil Walikota Solo, Serlly Yusnita Teguh Prakosa menyebut, brand-brand ternama perlu bekerja sama dengan produk-produk lokal, seperti di Solo. Hal tersebut ia katakan saat menghadiri Grand Opening Kami Store Solo, salah satu brand busana muslim ternama yang baru saja membuka outlet barunya yang berada di Jalan DR Radjiman 557E No.557, Sondakan, Laweyan, Solo, Sabtu (5/2/2022).
Adapun kerja sama yang dilakukan, menurut Serlly, salah satunya adalah bekerja sama dengan pabrik tekstil lokal yang ada di Solo. Menurutnya, dengan kerja sama semacam itu, dapat menambah penghasilan dan mata pencaharian masyarakat setempat.
Baca juga : Berkualitas dan Harga Mede, Produk Custom Fashion Wizzi Clothing Tembus Pasar Mancanegara
Kami Store sendiri, sejauh ini memang sudah melakukan kerja sama dengan pabrik di sekitar Solo.
“Jadi produk Kami itu, didesain oleh CEO nya sendiri, Bu Irin dan disetorkan ke beberapa pabrik gitu. Jadi menambah penghasilan di pabrik, khususnya di pabrik-pabrik yang memang masih di taraf kecil ya,” tutur Serlly.
Tak hanya Kami saja, Serlly juga berharap, brand-brand ternama lainnya juga bekerja sama dengan pabrik pabrik lokal. Selain itu, ia juga berharap brand-brand tersebut juga dapat memajukan dengan cara mengangkat produk-produk dengan kearifan lokal.
“Saya berharap, bukan hanya Kami ini yang bekerja sama dengan beberapa pabrik di Kota Solo. Tapi outlet yang kuhsusnya di Kota Solo bekerja sama dengan produk lokal kita, kerja sama dengan produk lokal yang ada di Kota Solo,” kata Serlly.
Sementara itu, CEO Kami, Istafiana Candarini mengatakan, bahwa ia sudah sering bekerja sama dengan beberpa pabrik tekstil yang ada di Kota Solo. Untuk itu, dengan dibukanya outlet baru ini, wanita yang kerap disapa Irin itu mengatakan, selain bahan baku diproduksi di Solo, masyarakat Solo juga dapat dengan mudah menemukan produknya.
“Iya, aku tadi juga langsung jawab ke Bu Serlly, Alhamdulillah kita udah kerja sama juga bu sama pabrik di Solo dan juga garment, jadi sama Bu Sherly tadi juga antusias juga gitu,” kata Irin.
Baca juga : Distro Redshit, Pusatnya Fashion Kekinian Jujugan Remaja yang Pingin Tampil Modis
Ditanya apakah Kami akan membuat produk busana muslim berbahan dasar batik, Irin mengatakan, bahwa hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan. Selama 13 tahun Kami berdiri, Irin mengatakan, bahwa ia sudah pernah memprodusi pakaian dengan bahan batik.
“Jadi pas waktu kita berdiri 13 tahun yang lalu itu, kita mulai dengan Tie dye. Tie dye itu kan salah satu teknik resisten Dyeing gitu kan, dari Trie Dye kita beralih ke resisten dyeing yang lain yaitu batik. Nah untuk mendaparkan volume dan kualitas yang kita mau. Mungkin karena kita bukan lahir dari pembatik gitu kan jadi dulu susah. Tapi kalau misalkan ada potensi ya kenapa nggak,” kata Irin.
Editor : Kholistiono

