31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Distro Redshit, Pusatnya Fashion Kekinian Jujugan Remaja yang Pingin Tampil Modis

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi barat Jalan Patimura, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak sebuah distro. Di dalam distro tersebut terlihat aneka pakaian yang terpajang sesuai jenisnya. Tempat tersebut yakni Distro Redshit, jujugan para remaja yang ingin update fashion kekinian.

Di temui di lokasi, Urva Wirdatiyani (22) selaku Shopkeeper menuturkan, Distro Redshit buka cabang di Kudus sejak 2012. Menyediakan aneka jenis pakaian yang modelnya disebutnya selalu kekinian dengan bahan yang berkualitas. Oleh sebab itu, Redshit selalu jadi jujugan mereka yang ingin tampil modis dan tidak ketinggalan zaman.

Aneka kaus kekinian yang ada di Distro Redshit. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Jual Produk dari 12 Brand Lokal Ternama, Seventyfour Paling Diminati di Distro Javaz

-Advertisement-

“Model dan desain pakaian di Distro Redshit itu selalu mengikuti tren masa kini. Kualitas bahannya juga bagus serta premium,” ujar perempuan yang akrab disapa Urva kepada Betanews.id, Kamis (12/11/2020).

Perempuan yang bekerja di Distro Redshit 10 bulan terakhir itu mengatakan, Distro Redshit menyediakan aneka jenis pakaian. Di antaranya, kaus lengan pendek yang dibanderol Rp 140 ribu per pcs. Kaus lengan panjang harganya Rp 165 ribu per pcs dan kemeja yang dijual dengan harga Rp 200 ribu.

Sweater dibandrol Rp 250 ribu, jaket harganya mulai Rp 350 ribu per pcs, dan ada juga celana yang dijual dengan harga Rp 300 ribu untuk bahan cinos. Sedangkan yang bahan jeans harganya kisaran Rp 500 ribu per pcs.

Lebih lanjut kata dia, selain itu Distro Redshit juga menyediakan tas backpack yang harganya mulai Rp 200 ribuan per pcs, tas wesbek yang dijual mulai Rp 180 ribu per pcs. Ada juga topi yang dibanderol kisaran Rp 140 ribu per pcs. Serta ada juga sepatu merk Ronag yang dijual dengan harga Rp 320 ribu perpasang.

“Di Distro Redshit memang tidak hanya menjual brand Redshit saja. Namun juga ada brand lainnya yakni, Tizzi, Scrt, deeply, born & blessed,” beber perempuan yang masih tercatat sebagai mahasiswi semester sembilan IAIN Kudus tersebut.

Perempuan warga Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus itu mengungkapkan, dari sekian merk yang dijual, pakaian dari brand Redshit memang paling diminati para pelanggan. Karena menurutnya, pakaian merk Redshit itu desainnya bisa memenuhi ekspektasi selera berpakaian anak muda zaman sekarang.

“Bahkan saat ini untuk kaus merk Redshit stoknya tinggal beberapa pcs saja. Hampir kehabisan dan ini lagi nunggu pengiriman dari pusat,” katanya.

Baca juga : Javaz, Distro yang Pertama Kali Berdiri di Kudus

Dia mengatakan, pelanggan Distro Redshit selama ini memang banyak. Selain orang Kudus juga ada yang datang dari Jepara. Kebanyakan pelanggan itu para remaja. Meskipun tak jarang juga yang datang itu orang dewasa.

“Selama pandemi, penjualan untuk brand Redshit di distro cabang Kudus masih bisa ratusan pcs sebulan. Penjualan itu menurun, sebab sebelum pandemi penjualan bisa lebih banyak lagi,” ungkap Urva yang menyebut jika brand Redshit juga dijual secara daring.


Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER