31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaSOLOStok Lama Masih...

Stok Lama Masih Banyak, Pedagang di Pasar Tradisional Solo Terpaksa Masih Jual Minyak Goreng dengan Harga Tinggi

BETANEWS.ID, SOLO – Sejak pemerintah menetapkan harga minyak goreng disetarakan menjadi Rp 14 ribu, rupanya saat ini pedagang di pasar tradisional masih menjual di harga yang sebelumya, yakni sekitar Rp 20 ribuan.

Berdasarkan pantauan Betanews.id, Sabtu (22/1/2022), para pedagang di Pasar Gedhe, Solo, harga minyak goreng di pasar tradisional tersebut masih berada di harga Rp 20 ribuan.

Para pedagang mengaku tidak berani untuk menjual dengan harga Rp 14 ribu karena sebelumnya mereka membeli stok dengan harga yang masih mahal. Untuk itu, mereka memilih untuk menjual stok yang masih ada saat ini dengan harga lama.

Aktivitas pedagang di Pasar Legi Solo. Foto: Khalim Mahfur
- Ads Banner -

Baca juga : Tak Bisa Jual Minyak Goreng Harga Rp14 Ribu, Pedagang Pasar di Kudus Ditinggal Pembeli

“Penjualane tambah seret ini, hari ini aja belum ada yang keluar sama sekali. Biasanya ada dua apa tiga itu, yang ngambil restoran semua. Kalau ibu rumah tangga gini ngak ada yang mau, soalnya pada tahu kalau harga per liter Rp 14 ribu gitu,” ujar Niken (31), salah seorang karyawan toko kelontong di Pasar Gedhe.

Padahal, Niken mengatakan, bahwa di tokonya masih memiliki stok minyak goreng sebanyak tiga karton. Untuk menghabiskan persediaan tersebut, pihaknya memilih untuk menjual dengan harga lama yang masih mahal.

“Harganya masih harga lama, Rp 40 ribu per dua liter, per litere aku juale Rp 21 ribu. Ya misal direturn kalau dari sanane (distributor minyak goreng) boleh ya, mungkin nggak papa,” ucapnya.

Sama halnya dengan Daryanti (56), ia juga mengaku minyak goreng yang ia jual tidak ada yang membeli, karena masih ia jual dengan harga lama. Padahal ia masih memiliki stok minyak goreng sebanyak lima karton.

“Ya udah kalau ada orang beli, karepe (maunya) protes hargane, kok hargane sini masih mahal, saya pesen aja dari salese nggak dianter, jadi menghabisakan stok,” ujar Daryanti.

Daryanti mengaku tidak akan menambah stok minyak goreng hingga persediaannya sudah habis. Ia juga menjual minyak goreng dengan harga yang masih lama. Ia mengatakan, seller yang biasa menjual minyak goreng padanya juga tidak datang, bahkan belum bisa dihubungi.

Baca juga : Harga Minyak Goreng Ditetapkan Rp14 Ribu Seliter, Superindo Kudus Batasi Pembelian

“Seng pesen itu udah bayar tapi belum dateng, ya pokoke mintane normal lagi. Sekarang ya dijual seperti biasa no, nanti rugi aku kalau dimurahi, kalau diturunke hargane aku rugi, kan minyak ndak bau (basi) , lama ndak papa ,” kata dia.

Baik Niken maupun Daryanti, keduanya berharap agar pemerintah memberikan solusi tanpa merugikan salah satu pihak. Mereka berdua juga bergarap agar harga sembako selain miyak goreng agar tidak mengalami kenaikan.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler