31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaEkonomiTak Bisa Jual...

Tak Bisa Jual Minyak Goreng Harga Rp14 Ribu, Pedagang Pasar di Kudus Ditinggal Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pedagang beberapa pasar di Kudus mengeluhkan sepinya penjualan minyak goreng, lantaran belum bisa menjualnya seharga Rp14 ribu per liter. Mereka kalah saing dengan toko modern yang bisa menerapkan kebijakan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mulai 19 Januari 2022 lalu.

Pedagang Pasar Baru, Arifin mengaku, sejak ada minyak goreng Rp14 ribu di minimarket, penjualannya turun lebih dari 50 persen.

“Penjualan minyak goreng di kios saya turun drastis. Biasanya per hari saya bisa menjual 15 karton, dua hari terakhir ini paling hanya bisa menjual lima karton sehari,” ujar Arifin kepada Betanews.id, Sabtu (22/1/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Harga Minyak Goreng Ditetapkan Rp14 Ribu Seliter, Superindo Kudus Batasi Pembelian

Arifin mengungkapkan, penurunan omzet tersebut dikarenakan minyak goreng di pasar tradisional masih harga lama. Sehingga para pembeli lebih memilih membeli minyak goreng di minimarket.

“Karena selisih harganya lumayan, sehingga banyak pembeli yang memilih di minimarket. Sedangkan kami pedagang di pasar tradisional tidak terdistribusi minyak goreng yang harga Rp14 ribu seliter,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang di Pasar Bitingan, Abdul Aziz. Dia mengatakan, distribusi minyak goreng Rp14 ribu yang hanya di minimarket dan retail menjadikan penjualan minyak goreng kemasan di kiosnya turun.

Baca juga: Puan Maharani Kaget Pedagang Pasar Legi Solo Masih Jual Minyak Goreng Rp19 Ribu

“Tentu terimbas. Karena pelanggan banyak yang beralih beli minyak goreng di minimarket dan retail. Bila biasanya saya mampu menjual minyak goreng dua karton isi 12 kemasan, sekarang menjual satu karton saja tak mampu,” keluhnya.

Aziz mengaku, padagang pasar tradisional tak bisa menjual minyak goreng dengan harga Rp14 ribu. Sebab, belum ada penyesuaian harga dari distributornya. Makanya, ia berharap minggu depan sudah bisa menjual dengan harga yang ditetapkan agar pembeli bisa kembali lagi ke tokonya. Karena jika tak segera bisa menyesuaikan harga, para pedagang akan terus merugi.

“Hari ini ada beberapa merek minyak goreng kemasan yang ditarik oleh produsennya. Semoga saja itu untuk penyesuaian harga yang Rp14 ribu per liternya. Sehingga kami para pedagang kecil tidak merugi atas kebijakan pemerintah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler