BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi timur Jalan Budi Utomo, Desa Megawon, Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus tampak sebuah lapak. Di lapak tersebut, seorang pria terlihat membaui buah durian sebelum ditatanya. Sedangkan di bagian bawah tampak banner putih dengan tulisan warna merah berbunyi, ‘Obral Durian Rp 10 Ribu’. Pria tersebut yakni Jazuli, penjual buah durian.
Sembari menunggu pembeli, warga Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak itu mengatakan, buah durian itu identik buah dengan harga yang mahal. Oleh sebab itu ia sengaja memilih berjualan durian dengan harga murah agar laris manis.

Baca juga : Orderan Sepi Karena Pandemi, Tukang Kayu Ini Banting Setir Jualan Durian di Kudus
“Durian itu kan terkenal buah mahal. Justru dari situ saya melihat peluang cuan. Saya memilih jualan durian dengan harga murah, yakni Rp 10 ribu per biji. Tujuannya ya agar laris dan sebagai magnet penarik pelanggan,” ujar Jazuli kepada Betanews.id, Jumat (31/12/2021).
Selain itu, kata dia, dengan memberi harga yang lebih murah, diharapkan harganya bisa terjangkau semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah. Sebab, durian itu merupakan buah yang paling banyak diminati masyarakat. Dia pun menjamin, meski murah durian yang dijualnya tetap berkualitas.
“Soal kualitas tidak usah khawatir, durian yang saya jual ini tetap kualitas bagus, serta ada beberapa jenis durian. Di antaranya, durian montong, durian petruk, musangking dan lainnya,” rincinya.
Baca juga : Si Kuning Tebal yang Legit Pahit, Jadikan Durian Petruk Primadona di Lapak Rondiyah
Dia mengatakan, menjual buah durian mulai Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu per buah. Harga tergantung jenis dan ukuran buah yang dibeli pelanggan. Menurutnya, dengan harga yang sangat terjangkau itu, durian yang dijualnya laris manis.
“Saya jualan itu mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. Dalam kurun waktu tersebut, saya bisa menjual 100 buah durian,” kata Jazuli.
Editor : Kholistiono

