31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Si Kuning Tebal yang Legit Pahit, Jadikan Durian Petruk Primadona di Lapak Rondiyah

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma durian begitu semerbak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Tampak di atas bagian jalan tersebut, ada empat pedagang yang menjajakan durian. Satu di antara pedagang tersebut terlihat sedang membersihkan kulit durian dari debu. Setelah bersih, ia pun mengikat durian menggunakan tali rafia dan menggantungnya. Pedagang tersebut yakni Siti Rondiyah (54).

Sembari beraktivitas, perempuan yang akrab disapa Rondiyah itu sudi berbagi penjelasan tentang durian yang dijualnya. Dia mengatakan, setiap musim durian datang, ia selalu berjualan durian di Kudus. Menurutnya, durian yang dijualnya adalah durian lokal Jepara. Dia menyebutnya Durian Petruk.

Siti Rondiyah menjajakan durian di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Es Dawet Durian di Dapoer Gentong Laku Hingga 150 Porsi Sehari saat Weekend

-Advertisement-

“Yang saya jual ini Durian Petruk, durian lokal hasil panen dari Jepara. Selama ini, Durian Petruk memang banyak peminatnya. Sebab bijinya kecil, dagingnya tebal dan yang istimewa itu rasanya manis pahit,” ujar Rondiyah kepada Betanews.id, Jumat (18/12/2020).

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara itu menuturkan, sudah menjadi penjual durian musiman selama 30 tahun. Setiap musim durian datang ia yang sehari – hari jualan aneka buah di Pasar Mayong pun beralih menjual durian. Sebab, tuturnya berjualan buah berkulitas keras dan berduri itu lebih menguntungkan.

“Jualan buah durian itu menurut saya lebih menguntungkan. Banyak peminatnya sehingga cepat lakunya,” ujar perempuan yang sudah dikaruniai tujuh cucu tersebut.

Disinggung kenapa pilih jualan durian di Kudus, Rondiyah mengaku, lapak yang dimiliki di Pasar Mayong Jepara itu tempatnya di dalam. Sedangkan jualan buah durian itu lebih baik di tepi jalan, kalau di pasar sebaiknya di area depan jadi banyak yang melihat. Sebab durian itu buah yang ada harganya.

“Karena alasan itu saya pilih jualan di tepi jalan di Kudus. Di Kota Kretek juga kan desa penghasil duriannya masih jarang, jadi durian di Kudus itu lumayan laris,” bebernya.

Baca juga : Es Dawet Durian Pelangi Paling Ngehits di Kedai Azzam, Sehari Bisa Terjual Ratusan Porsi

Dia mengatakan, setiap hari berjualan durian di Kudus membawa antara 50 sampai 100 buah durian yang dibawa pakai kendaraan bak roda tiga. Durian yang dijualnya itu dibanderol mulai Rp 30 ribu sampai Rp 150 ribu per buah, tergantung dari ukurannya. Dia mengaku jualannya cukup laris, sehari ia bisa menjual sekitar 30 buah durian.

“Saya berharap selalu diberi kesehatan biar bisa jualan durian terus. Semoga peminat durian lokal (Petruk) makin banyak dan jualan durianku makin laris,” tutup Rondiyah yang mengaku jualan setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER