31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Gaji Belum Dibayar, Diallo Eks Pemain Persiku Wadul Anggota Dewan

BETANEWS.ID, KUDUS – Striker Persiku Kudus Mamadou Lamarana Diallo mengadu ke Anggota Komisi D DPRD Kudus, Senin (3/1/2022). Pemain naturalisasi asal Guinea, Afrika Selatan itu
mengaku belum digaji selama dua bulan oleh manajemen Persiku.

Kepada salah satu anggota Komisi D DPRD Kudus, Sandung Hidayat, Diallo mengaku cuma sekali menerima gaji selama dikontrak sebagai pemain Persiku.

Sedangkan gaji bulan kedua dan ketiga tak kunjung didapatkannya hingga Manajer Persiku Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo bersama manajemen lainnya dipecat Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Kudus.

Baca juga : Gagal Total di Liga 3 Jateng, Askab PSSI Kudus Pecat Manajer Persiku

“Saya datang ke sini bertemu bapak (Sandung) agar bisa membantu kita. Bantu pemain Persiku dan official agar mendapat hak kita. Karena dari kemarin, kompetisi sudah selesai, gaji belum dibayar,” kata Diallo.

Diallo berharap Sandung bisa mencarikan solusi, agar permasalahan di tubuh Persiku bisa terselesaikan.

“Saya sudah dua bulan belum dibayar. Semua pemain dan official ada yang belum dibayar. Aku maunya semua baik-baik saja, dibayar. Karena itu, saya datang meminta tolong, bisa bantu menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Sandung Hidayat menyebut, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Untuk selanjutnya, bisa mempertemukan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Askab PSSI, bersama dengan manajemen di bawah kepemimpinan Ardy untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Bagaimana pertanggungjawabannya saat ini setelah Persiku tidak ada, mestinya Askab harus bertanggungjawab. KONI sebagai induknya juga,” kata Sandung.

Pihaknya juga menyayangkan keputusan Askab yang secara sepihak memecat manajemen Persiku. Pihaknya tidak tahu alasan apa yang mendasari pemecatan manajemen Persiku. Tetapi, menurutnya hal itu menjadi preseden terburuk di kancah persepakbolaan Kabupaten Kudus.

“Bahwa warga Kudus ini sangat antusias terkait dengan olahraga sepak bola. Tetapi lagi-lagi di tahun-tahun kemarin, tahun yang lalu, dan sampai saat ini secara pandangan saya, Persiku, Askab, belum bisa menunjukkan sinergi ke depan dengan kerja sama luar biasa,” terangnya.

Seperti yang diketahui, drama di dalam tubuh Persiku terus berlanjut. Setelah tim Macan Muria menjadi juru kunci dalam Liga 3 Jateng beberapa waktu lalu, internal Persiku pun mulai tak karuan.

Anak asuh Cucun Sulistyo tak mampu mewujudkan ekspektasi para pecinta bola Kudus memenangi setiap pertandingan. Bahkan dalam babak penyisihan Grup A, tak sekalipun Persiku menang. Empat kali main, hanya sekali imbang dan tiga kali kalah.

Baca juga : Gagal Lolos Fase Grup, Manajer Persiku Minta Maaf dan Berjanji Lakukan Evaluasi

Askab PSSI Kabupaten Kudus menyebut bahwa ini adalah prestasi terburuk Persiku dan membuat mereka harus memutuskan, memberhentikan manajemen Persiku di bawah kepemimpinan Ferdaus Ardyansyah Purnomo.

Kemudian, juga menunda memberi Persiku anggaran dana, meski Askab PSSI Kudus sendiri di akhir tahun 2020 telah mendapat kucuran anggaran sebanyak Rp 500 juta lewat APBD Perubahan yang disahkan dengan Perkada.

Anggaran sebesar itu, Rp 200 juta untuk Persiku Junior, Rp 200 juta untuk Diklat dan Rp 100 juta sisanya untuk Askab PSSI Kudus.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER