31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Yayasan Gema Salam Edukasi Eks Napiter Asal Solo Raya

BETANEWS.ID, SOLO – Yayasan Gema Salam mengadakan acara pertemuan dengan eks narapidana teroris (Napiter) di Rumah Dinas Wali Kota Solo atau Loji Gandrung, Rabu (29/12/2021). Pada kegiatan tersebut, para eks Napiter juga mendapatkan Buku Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta Buku 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Pembina Yayasan Gema Salam Awod menyebut, pemberian buku UUD tersebut supaya para eks Napiter sadar akan hukum. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengenlakan Gema Salam, sehingga dengan pemberian dasar tersebut dapat mendukung visi serta misi yayasan ini ke depannya.

Baca juga : BNPT Akan Bangun Kawasan Khusus di 5 Provinsi untuk Jamin Rezeki Eks Napiter

-Advertisement-

Awod menjelaskan, yayasan tersebut berfokus untuk mengedukasi eks napiter, serta masyarakat yang rawan terpapar dengan ideologi yang mengarah ke terorisme. Selain itu, menurutnya para eks napiter banyak yang belum tahu tentang Yayasan Gema Salam.

“Yayasan ini bukan bergabung dan tidak bergabung, tapi kami ada untuk mereka. Kami ada untuk memperjuangkan mereka, mengedukasi mereka, mengajak mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Awod mengatakan, pihaknya cukup kesulitan untuk menjaring para eks napiter yang bebas dari tahanan secara murni dan bukan melalui Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Seperti bulan ini sudah ada 3 masuk Solo. Itu kan ada yang lewat Bapas, ada yang bebasnya bersyarat. Tapi kalau bebasnya murni kan tidak lewat Bapas, kita kesulitan. Kita bisanya lakukan lewat silaturahmi, komunikasi dengan kawan-kawan yang lain. Istilah Solonya getok tular yang kita lakukan untuk bisa ketemu mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Awod mengungkapkan, di Jawa Tengan terdapat sekitar 490 orang yang merupakan eks narapidana teroris. Dari jumlah tersebut, ia menyebut, sebanyak 376 berasal dari wilayah Solo Raya dan 290 di antarranya berasal dari Kota Solo.

“Dan banyak di antara kawan-kawan setelah ini (menjadi eks napiter) kependudukannya juga tidak jelas, tapi banyaknya memang dari Solo,” ujarnya.

Awod menyebut, peran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga sangat intens memberikan bantuan kepada yayasan yang sudah berdiri sejal Desember 2018 itu. Ia mengatakan, pihaknya diberikan gedung untuk dijadikan sebagai kantor dan lapak untuk melakukan usaha.

Sementara itu, salah satu eks napiter Sumarno Beno Putro (48) alias Abu Akas mengaku merasa terbantu dengan ikut bergabung di Yayasan Gema Salam. Ia mengatakan, dengan adanya yayasan tersebut ia merasa sangat difasilitasi dan dipermudah.

“Manfaatnya ya itu tadi, ketika kami mau memberikan surat-surat, KTP, KK itu dibantu di pemerintah setempat,” ujar eks napiter kasus bom teroris di Candi Resto, Solo Baru, 2016 lalu itu.

Baca juga : Kisah Mengerikan 300 Hari Eks ISIS di Suriah, Febri : ‘Suara Bom Terdengar Ratusan Kali Sehari’

Selain itu, Sumarno juga mengaku dibantu dari sisi perekonomiannya dengan bantuan bantuan dari Dinas Sosial dan lainnya. Saat ini ia berjualan gado-gaado di daerah Pedan, Klaten, dengan menggunakan bantuan dana tersebut.

“Alhamdulillah reintegrasi lancar, ya awal-awal itu wajar, biasa ada penolakan (dari masyarakat). Tapi kita ada pendamping dari pihak Bapas, dari yayasan juga datang,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER