Waspadai Omicron, Ketua IDI Kudus: ‘Kuncinya Vaksinasi dan Pakai Masker’

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kudus, Ahmad Syaifuddin meminta masyarakat mewaspadai adanya Covid-19 Varian Omicron yang sudah masuk Indonesia. Meski menurut beberapa penelitian, penyebarannya tiga kali lebih tinggi, tapi ia meyakini kenaikan kasus tak akan setinggi saat ada gelombang delta. Menurutnya, yang menjadi sangat penting untuk membentengi diri dari Omicron ini adalah vaksinasi.

“Saat ini cakupan vaksinasi di daerah-daerah termasuk di Kudus sudah tinggi. Sehingga, jika pun ada kenaikan kasus, kemungkinan tidak setinggi gelombang delta tahun lalu,” ujar pria yang akrab disapa Syaifuddin, Selasa (21/12/2021).

Dia mengatakan, hingga saat ini sebenarnya belum ditemukan bukti kuat bahwa Omicron memiliki tingkat keparahan (severitas) yang berbeda dengan Delta. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang menyertakan asumsi Omicron 1/3 severitas Delta.

-Advertisement-

Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Ganjar Minta Pintu Masuk Jateng Diperketat dan Testing Ditingkatkan

“Hal ini menjadi catatan penting bagi kita, bahkan di tingkat level ahli epidemic modelling WHO CC saja, masih ada keraguan terhadap kemampuan varian ini dalam hal transmisibilitas maupun severitasnya,” jelas Syaifuddin.

Namun yang mengkhawatirkan, lanjut Syaifuddin, ada penemuan dari tim imperial college yang menemukan bukti Varian Omicron bisa lolos dari imunitas dapatan alamiah dari infeksi maupun dari vaksinasi. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk lebih berhati-hati, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Varian Omicron Masuk Indonesia, Bupati Kudus Wanti-wanti Warganya Agar Taat Prokes

Jagan sampai mengulang kesalahan di awal-awal pandemi. Di mana dunia menganggap Indonesia downplayed terhadap ancaman pandemi. Tetap hindari kerumunan, pakai hand sanitizer atau cuci tangan pakai sabun, serta selalu kenakan masker.

“Mengingat Kudus juga pernah mengalami “ledakan” kasus Covid-19, dengan tingkat keterisian rumah sakit hampir 100 persen. Maka warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap pakai masker minimal masker bedah, masker KN 95 malah lebih bagus,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER