BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus pertama mutasi virus Covid-19 yaitu Omicron, telah terdeteksi di Indonesia. Presiden pun mengintruksikan agar semua rakyat Indonesia tidak panik terhadap kejadian ini dan tidak lengah menaati protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, hingga menjaga jarak.
Menanggapi adanya varian Omicron yang sudah terdeteksi, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, langkah antisipasi Kabupaten Kudus masih sama ketika varian Delta mulai menyebar beberapa waktu lalu. Yakni, masyarakat tetap diberikan sosialisasi dan edukasi supaya protokol kesehatan bisa berjalan terus.
Baca juga : Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Ganjar Minta Pintu Masuk Jateng Diperketat dan Testing Ditingkatkan
“Protokol kesehatan itu harus dijalankan terus. Terutama memakai masker. Jangan membuka masker di sembarang tempat,” katanya, Jumat (17/12/2021).
Langkah sama lainnya, lanjut Hartopo, yakni melakukan 3T (testing, tracing,treatment) random. Hartopo pun berencana untuk menutup tempat wisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.
“Lihat perkembangannya nanti seperti apa. Kalau tidak memungkinkan buka, akan kita tutup. Di atas tanggal 20 nanti bagaimana, akan kita kaji,” ungkap Hartopo.
Langkah antisipasi penularan virus juga dilakukan Hartopo dalam hal pemantauan orang luar kota yang kembali ke Kudus. Bahwa sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya warganya yang dari luar kota mudik ke Kudus.
Baca juga : Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Adanya Pesta Kembang Api
Bila ditemukan, Hartopo meminta agar ketua RT bisa mendatangi rumah warganya yang pulang tersebut dan mengecek sudah divaksin atau belum. Kalau belum, Hartopo meminta agar RT langsung tanggap mendaftarkan warganya itu untuk mendapatkan jatah vaksinasi.
“Di kita belum ada laporan. Makanya pak RT saya suruh siaga, mendeteksi siapa saja yang pulang. Karena RT pastinya yang paling tahu,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

