31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Pemijat Tuna Netra Berharap Bisa Diberdayakan di Hotel

BETANEWS.ID, SOLO – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Solo melakukan pertemuan dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Pendhapi Gedhe Balai Kota Solo, Jumat (24/12/2021). Pertemuan tersebut guna menyampaiakan keluhan yang dilami oleh anggota Pertuni.

Perlu diketahui, Pertuni merupakan organisasi yang tergabug dari para penyandang tunanetra yang khususnya berprofesi sebagai pijat tradisional. Usai pertemuan tersebut, Gibran mengatakan, akan membuatkan sekretariat dan diberikan pelatihan bagi para pemijat agar mendapatkan sertifikasi resmi. Sehingga nantinya bisa bekerja sama dengan hotel-hotel di Solo dan menunjang pariwisata di Kota Solo.

Baca juga : Kembang Kempis Pendapatan Pemijat Tunanetra di Semarang Selama Pandemi

“Silaturahmi aja, mereka kan juga terdampak selama covid, kan orderan pijetnya berkurang. Kita bantu sertifikasi dulu sama sekber, biar punya tempat untuk komunitas di samping Kejaksaan. Biar dapat sertifikat dulu, dari Dinas Kesehatan pada belum punya semua, kan mijet nggak asal mijet,” kata Gibran.

Anggota Pertuni diharapkan mengantongi STTP (Surat Terdaftar Penyehat Tradisional). Surat tersebut tidak hanya untuk pijat saja, tetapi mencakup refleksi, terapi, bekam, dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua Pertuni Sukiman mengatakan, bahwa sebagian kecil anggota organisasi tersebut sudah mendapatkan sertifikasi memijit melalui pelatihan dari Dinas Sosial.

Ia juga mengaku merasa lega, lantaran pihaknya akan mendapatkan pelatihan untuk sertifikasi STPT, sehingga bisa memenuhi standar, agar bisa dikolaborasikan dengan hotel-hotel.

“Artinya teman-teman nanti juga akan tersertifikasi melalui pelatihan,” kata Sukiman.

Selain itu, pihaknya juga memohon agar dibuatkan tempat kesekretariatann yang bisa mereka gunakan untuk berkumpul. Dan setelah diperbincangkan dengan Gibran, hal tersebut akan diwujudkan.

“Ya kami merasa lega karena memang yang kami inginkan seperti itu, karena yang dibutuhkan teman-teman ini seperti itu. Punya satu tempat untuk pertemuan tiap bulan,” lanjut Sukiman.

Salah satu anggota Pertuni, Purwanto mengatakan, anggota Pertuni berharap agar dikolaborasikan dengan hotel-hotel di Solo untuk menunjang pariwisata di Kota Solo.

Baca juga : Tunanetra Penjual Cilok di Depan Asrama Polisi Kudus Ini Bisa Jual Ratusan Butir Sehari

“Mungkin kami juga bisa ikut melayani di hotel-hotel ya, kalau saya ya penting. Karena kalau nama-nama kami misalkan ditaruh di taruh kamar hotel seperti menu-menu itu kan kami sangat terbantu untuk mendapatkan rezeki melalui hotel atau PHRI,” kata Purwanto.

Lebih lanjut, Purwanto mengatakan, bahwa selama ini ia dan teman-teman pemijat lainnya hanya mempromosikan lewat mulut ke mulut dan memasang papan nama di sekitar rumah.

“Kalau nanti ada standarisasi kami juga diberikan izin diberitahu syarat-syaratnya apa, kan bisa kita seragamlkan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER