31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Kasus Istri Gugat Cerai Suami Meningkat, 1.728 Perempuan Pilih jadi Janda di 2021

BETANEWS.ID, KUDUS – Selama 2021 Pengadilan Agama Kudus mencatat angka perceraian mencapai 1.728 perkara. Dari jumlah perkara tersebut, penggugat didominasi oleh perempuan.

Panitera Pengadilan Agama Kudus Muchammad Muchlis mengatakan, mulai Januari hingga 15 Desember 2021 ada 1.728 perkara perceraian di Kudus. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan.

“2020 ada 1.717 perkara perceraian. Berarti angka perceraian di Kota Kretek ini mengalami kenaikan. Jumlahnya bisa naiklagi, karena 2021 belum selesai,” bebernya, Rabu (15/12/2021).

-Advertisement-

Dari 1.728 kasus, ada 978 istri yang menggugat cerai suaminya. Sedangkan suami yang menalak istrinya jumlahnya hanya 380 perkara.

Baca juga: Hamil Duluan, Ratusan Remaja di Kudus Minta Dispensasi Nikah

“Beberapa tahun terakhir ini tren perkara perceraian di Kudus memang didominasi istri gugat cerai suami, atau istilahnya cerai gugat,” terangnya.

Sedangkan faktor terjadinya perceraian, ungkap Muchlis sangat beragam. Namun, yang paling banyak adalah faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Dari 1.728 kasus perceraian, hampir separuhnya deisebabkan oleh itu.

“Pengadilan Agama mencatat setidaknya ada 800 perceraian yang disebabkan perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Kemudian ada 281 perceraian yang disebabkan faktor ekonomi,” bebernya.

Selain itu, kata dia, perceraian kerap terjadi dikarenakan faktor salah satu pihak meninggalkan pasangan sahnya dalam waktu lama dan tak ada kabar. Jumlahnya pun lumayan banyak ada 121 perkara.

“Ada juga kasus perceraian di Kudus ini dikarenakan madat dan murtad, masing-masing ada lima perkara,” terangnya

Sedangkan faktor lain penyebab perceraian di Kudus di antaranya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ada satu kasus, salah satu pasangan cacat badan ada juga satu kasus, kemudian salah satu pihak melakukan tindak kriminal sehingga dipenjara ada tiga kasus.

Baca juga: Pedagang Pasar Kliwon yang Tidak Lunasi Sewa Kios Hingga Akhir Tahun Ini Namanya Bakal Ditempel di Dinding

“Ada juga kasus perceraian dikarenakan salah satu pasangan gemar berjudi totalnya ada dua kasus. Faktor kawin paksa ada dua kasus,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebenarnya pihak pengadilan agama itu berupaya agar pasangan suami istri (Pasutri) yang mengajukan gugatan perceraian supaya rukun kembali. Biasanya di persidangan pertama, bila pemohon dan termohon hadir semua itu ada mediasi agar baikan lagi.

“Namun, selama ini memang kecil keberhasilan mediasi dalam menggagalkan perceraian. Sebab jika perkara perceraian sudah sampai pengadilan berarti pasutri tersebut sudah mantab untuk berpisah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER