BETANEWS.ID, KUDUS – Temuan kasus HIV/ AIDS di Kabupaten Kudus selama periode Bulan Januari hingga Oktober tahun 2021 sebanyak 93 kasus.
Eni Mardiyanti Anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Manager Kasus HIV Kabupaten Kudus mengatakan, dari 93 kasus tersebut didominasi oleh pria. Ada sebanyak 61 pria di Kudus yang merupakan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sedangkan 32 kasus sisanya berjenis kelamin perempuan.
Baca juga : Jumlah Remaja Pengidap HIV AIDS di Kudus Terjadi Lonjakan
“Untuk penyebabnya ada beberapa faktor, tapi yang paling banyak adalah melakukan hubungan seks yang berisiko. Artinya mereka melakukan seks tanpa kondom,” ujar perempuan yang akrab disapa Eni kepada Betanews.id, melalui WhatsAps, Kamis (2/12/2021).
Eni mengungkapkan, seks berisiko yang mereka lakukan, ada yang membeli atau istilahnya jajan. Ada juga yang sebagai penjual kenikmatan syahwat tersebut. Namun, sayangnya kepahaman mereka terkait pencegahan penularan penyakit menular termasuk HIV/AIDS belum ada.
“Dari data yang kami himpun, ODHA di Kudus didominasi hubungan seks sesama jenis, laki-laki sama laki-laki (LSL) sebanyak 38. Jumlah tersebut naik 32 persen dibanding tahun 2020 yang kasus HIV berdasarkan faktor risiko LSLnya sekitar 26 kasus,” bebernya.
Selain hubungan sesama jenis laki-laki sama laki-laki, kata Eni, kebiasan ‘jajan’ menjadi penyumbang tertinggi kedua kasus HIV/ AIDS di Kudus dengan 23 kasus. Menurutnya, kasus tertular HIV dari kebiasan membeli seks tersebut turun dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 48 kasus.
“Sedangkan kasus HIV/AIDS terbanyak ketiga di Kudus ini terjadi pada ibu rumah tangga. Di tahun 2021 ini ada 21 ibu rumah tangga positif HIV/AIDS. Sedangkan sisanya ada waria terdapat delapan kasus, dan tiga kasus yang tertular melalui penyalahgunaan jarum suntik,” ungkapnya.
Baca juga : Eni Mardiyanti: Hingga Agustus Lalu Ada 69 Penderita HIV/AIDS di Kudus, 60% Laki-laki
Dia mengatakan, sedangkan untuk kelompok umur yang tertular HIV/ AIDS di Kudus masih didominasi mereka yang berusia produktif. Di antaranya, usia dengan rentang 15 tahun hingga 60 tahun sebanyak 89 kasus.
“Sisanya ada tiga kasus lansia positif ODHA di Kudus dan tiga kasus pada Balita. Sedangkan pada rentang usia tiga sampai 14 tahun nol kasus,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

