Berkat Dipakai Gibran, Gogon Kebanjiran Pesanan Kalung Rajamala

BETANEWS.ID, SOLO – Kalung berbentuk Ikon Rajamala yang dikenakan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu ternyata membawa berkah bagi sang pembuat. Terkini, kalung buatan Margono atau lebih sering disapa Gogon itu kebanjiran pemesan.

“Kalau untuk pemesanan lumayan meningkat. Selain untuk pesanan wayang satu kotak atau wayang satu set itu kita juga dapat pesenan dari souvenirnya itu lewat dari online juga banyak,” kata dia ditemui saat ikut pameran di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (15/12/2021).

Gogon menceritakan, karya-karyanya memang sudah lama dipromosikan oleh Gibran, bahkan sebelum jadi Wali Kota Solo. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan pesanan dari Gibran. Kalungnya akan diikutkan pameran yang akan digelar di Eropa pada tahun depan.

-Advertisement-

Baca juga: Enggan Dikaitkan dengan Hal Mistis, Ini Maksud Gibran Pakai Kalung Rajamala

“Tadi saya ketemu Mas Gibran bilang akan dipamerkan di Eropa. Selain kalung Rajamala beliau juga memesan wayang kulit Werkudara sama Arjuna. Adalagi wayang golek, souvenir-souvenir kecil, gantungan kunci dari kulit, dan juga topeng,” ungkapnya.

Menurut Gogon, Kalung Rajamala itu ia angkat lantaran sangat melekat dengan Kota Solo. Kalung itu menggambarkan sosok raksasa setengah manusia.

“Ada sifat manusia di kalung itu. Yakni sebaik-baiknya sifat manusia pasti ada sisi buruknya, seburuk buruknya manusia pasti ada sifat baiknya,” terang seniman asal Kentingan, Kecamatan Jebres itu.

Sebelumnya, ia membuat kalung itu menggunakan bahan kayu. Namun karena prosesnya lama, ia kemudian menggantinya dengan fiber. Kalung tersebut ia jual dengan harga Rp35 ribu dan dipasarakan lewat pameran maupun lewat online.

Baca juga: Gibran dan Pangeran Mangkunegaran Akan Buat Kawasan Pesaing Malioboro

“Kalau untuk pewarnaan tetap manual semuanya. Kalau misalnya satu hari bisa mencapai 10 biji untuk pewarnaannya,” ungkapnya.

Gogon menceritakan, selama pandemi Covid-19, permintaan wayang kulitnya menurun sehingga ia mencoba memproduksi souvenir dan pernak-pernik berupa gantungan kunci, pajangan meja, dan lain lain.

“Kebetulan mulai dua, tiga bulan ini kita sudah kembali membuat pesanan wayang baik itu untuk hiasan maupun pertujukan,” tandas Gogon.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER