31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Atap SD Joyotakan 59 Ambrol, Gibran Pastikan Segera Diperbaiki

BETANEWS.ID, SOLO – Atap di Sekolah Dasar (SD) Joyotakan 59, Kecamatan Serengan, Solo ambrol. Akibatnya, ruangan kelas tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Mengetahui hal itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka langsung mendatangi sekolah tersebut. Gibran memastikan perbaikan bangunan sekolah segera dimulai. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan DPRD terkait anggaran yang akan dipakai untuk merenovasi SD Joyotakan.

penampakan SD Joyotakan 59 yang atapnya ambrol. Foto: Khalim mahfur.

“DED (desain engernaring detail) nya sudah jadi, dananya dari anggaran renovasi sekolah tahun 2022. Tahun depan digarap, tenang aja,” beber Gibran, Selasa (14/12/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Banyak Bangunan Rusak, Keraton Surakarta Akan Direvitalisasi

Selain SD Joyontakan, sejumlah bangunan SD di Solo juga keadannya mengkhawatirkan. Sekolah-sekolah tersebut nantinya menjadi prioritas pembangunan.

“Ada beberapa sekolah SD yang keadaanya hampir mendekati ini. Kita tidak akan biarkan sekolah sekolah ini rusak,” tegas Gibran.

Nantinya, Gibran akan mencarikan lokasi sekolah lain selama masa pembangunan agar siswa tetap bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Ya nanti kita carikan lokasi lain yang penting anak-anaknya bisa belajar. Yang penting DED-nya wes dadi 2022 kita harap sudah selesai,” tandas Gibran.

Sementara itu, Kepala SD Joyotakan 59, Supatmi mengungkapkan, atap jebol itu sudah terjadi sejak Oktober lalu. Sekolah tersebut terakhir direnovasi pada 2005 silam.

Baca juga: Tiang Utama Dimakan Rayap, Masjid Agung Surakarta Mendesak Diperbaiki

“Sudah mulai PTM, anak-anak sudah mulai masuk kelas I sampai VI. Terus karena ada yang ambrol tadi kita menata kembali anak-anak yang PTM, karena kelas sudah tidak memenuhi untuk melakukan PTM,” kata Supatmi.

Kerusakan pada sekolah tersebut memang dinilai sudah sangat parah. Ada satu ruang kelas yang genteng jebol sehingga mengakibatkan kebocoran. Tak hanya itu, sejumlah plafon di teras dan lorong sekolah mengelupas dan jebol.

“Anak-anak masuk shift pagi dan siang setiap hari. Karena tinggal satu ruang kelas yang bisa dipakai, mereka masuk seminggu sekali. Lantai dua kemarin juga sudah tidak memungkinkan,” tandas Supatmi.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER