31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Banyak Bangunan Rusak, Keraton Surakarta Akan Direvitalisasi

BETANEWS.ID, SOLO – Sebagai salah satu cagar budaya di Indonesia, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dirasa perlu adanya perbaikan atau revitalisasi. Hal tersebut lantaran usia bangunan yang sudah tua dan beberapa bagian sudah rusak.

Wacana revitalisasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, saat melakukan kunjungan serta peninjauan ke Keraton Surakarta, Kamis, (7/10/2021). Dalam kunjungan itu, Diana didamping oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Diana, perbaikan tersebut perlu adanya pembicaraan lebih lanjut. Pihaknya juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan. Mengingat, sebagai Cagar Budaya Nasional, proses revitalisasinya tidak bisa dilaksanakan secara terburu-buru.

-Advertisement-

“Kan harus dicek dulu, digambar, DED, dihitung, terus nanti dikoordinasikan lagi pelaksanaannya,” kata dia.

Baca juga: Abdi Dalem Keraton Surakarta Jalani Vaksinasi

Gibran menambahkan, revitalisaai keraton tersebut sesuai dengan kehendak dari sinuhun Pakubuwono XIII. Makanya, dirinya akan terus berkoordinasi dengan pihak keraton untuk pemugaran tersebut.

“Kita sih pengennya sesegera mungkin, tapi sekali lagi itu bukan bangunan biasa lho, ini cagar budaya,” turur Gibran.

Gibran mengatakan, revitalisasi tersebut juga merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. Menurutnya, kerusakan yang bisa dilihat cukup banyak , tapi hal tersebut dirasa masih bisa diusahakan.

“Tadi sudah muter sampai belakang jalan kaki luas sekali. Yang paling mendesak ya yang paling kelihatan, di depan, masuk gladak alun-alun sini,” ujarnya.

Kendati sudah pasti akan dilakukan revitalisasi, Gibran dan Diana masih enggan untuk menyebutkan anggaran dana yang akan dikeluarkan.

Baca juga: Setelah Gibran, Menkes Budi Gunadi Dapat Gelar Bangsawan dari Keraton Solo

Adik dari Pakubuwono XIII, KGPH Dipokusumo mengatakan bahwa Sinuhun (Raja) sudah memperbolehkan revitalisasi tersebut. Namun, perbaikan tersebut juga tergantung dengan skala prioritas bangunan mana yang dipakai beraktivitas tapi kurang layak.

“Ada lima fungsi di Keraton ini, sebagai tempat tinggal, ucapara, simpan pusaka, tempat peribadatan, dan kantor-kantor. Tapi ini nanti semuanya skala priprotas, misalnya untuk peruntukannya,” terang Dipo.

“Misalnya Purwokanti, di situ setiap kamis abdi dalem melakukan kegiatan ngronce bunga-bunga itu, tapi karena tidak layak dipakai maka dialihkan,” tandas dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER