BETANEWS.ID, KUDUS – Merespon turunnya harga bawang merah di tataran petani, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus Sunardi mengatakan, kalau hal itu salah satunya dipengaruhi adanya faktor pandemi Covid-19. Sehingga daya beli masyarakat menurun.
Meski terjadi penurunan harga bawang merah di tingkat petani, menurutnya hal itu tidak terlalu berdampak bagi masyarakat Kudus.

Baca juga : Petani Menjerit, Harga Bawang Merah di Kudus Anjlok Hingga Rp 5 Ribu Per Kilogram
“Untung Kudus bawang merah tidak terlalu banyak. Jadi, dampak terhadap masyarakat Kudus tidak terlalu banyak,” ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Sabtu (13/11/2021).
Ia pun menyampaikan, bahwa harga secara keseluruhan untuk pertanian relatif lebih cepat, baik itu naik ataupun turun. Hasil produksi pertanian, juga memiliki kelemahan bila tidak cepat terjual bisa rusak atau busuk. Seperti yang terjadi dengan komoditas cabai beberapa waktu lalu yang juga sempat mengalami penurunan harga.
Meski demikian, pihak Dispertan Kudus akan berupaya untuk membantu petani, dengan berupaya membantu dengan promosi online. Di samping promosi, juga bisa dijual ke tempat-tempat kuliner di Kudus.
“Kita sadar kalau semua banyak orang yang merasa rugi. Tapi bagaimana lagi. Di masing-masing wilayah ada tim penyuluh pertanian, selalu kami imbau untuk proaktif terhadap peningkatan produksi dan income perkapita dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Zulianto, petani bawang merah di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus mengaku, anjloknya harga bawang merah sangat merugikan petani. Bila biasanya harga jual bawang merah di kisaran Rp 15 ribu, kini hanya Rp 5 ribu per kilogramnya. Hal tersebut jauh dari perkiraan petani.
Dibanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan, tidak bisa tertutupi dengan hasil jual bawang yang didapat.
Baca juga : Kecewa Karena Harga Anjlok, Petani di Kudus Cabuti Tanaman Cabai
“Nggak cucuk. Kalau dengan biaya produksi biasanya dijual Rp 15 ribu, ini cuma Rp 5 ribu. Jauh dari perkiraan petani,” katanya.
Menurut Zulianto, turunnya harga bawang merah sudah terjadi selama dua minggu terakhir. Pria yang juga merupakan anggota Gapoktan Kadut Rejo Desa Kalirejo itu mengaku, satu kotak lahan pertanian minimal menghabiskan biaya produksi sebesar Rp 10 juta. Tapi dengan keadaan sekarang, hasil satu kotak lahan pertanian bawang merah hanya terjual Rp 4-6 juta per kotaknya.
Editor : Kholistiono

