Petani Menjerit, Harga Bawang Merah di Kudus Anjlok Hingga Rp 5 Ribu Per Kilogram

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga komoditas bawang merah di beberapa daerah mengalami penurunan sangat drastis, termasuk di Kabupaten Kudus.

Di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, misalnya. Petani menjerit dengan anjloknya harga bawang merah yang mencapai Rp 5 ribu per kilogramnya. Padahal, kalau harga normal di kisaran Rp 15 ribu per kilogram.

Zulianto (25), petani asal Desa Kalirejo itu mengaku, harga bawang merah pada saat panen raya tahun ini paling mengerikan. Biaya produksi yang dikeluarkan tidak bisa tertutupi dengan hasil jual bawang merah yang didapat.

-Advertisement-
Petani di Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus sedang memanen bawang merah. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Harga Terjun Bebas, Petani Singkong di Kudus Menangis

“Nggak cucuk. Kalau dengan biaya produksi biasanya dijual Rp 15 ribu, ini cuma Rp 5 ribu. Jauh dari perkiraan petani,” katanya di sela panen bawang merah di lahan sawah Desa Kalirejo, Sabtu (13/11/2021).

Lebih lanjut, menurut Zulianto, keadaan ini sudah terjadi selama dua minggu terakhir. Pria yang juga merupakan anggota Gapoktan Kadut Rejo Desa Kalirejo itu mengaku, satu kotak lahan pertanian minimal menghabiskan biaya produksi sebesar Rp 10 juta. Tapi dengan keadaan sekarang, hasil satu kotak lahan pertanian bawang merah hanya terjual Rp 4-6 juta per kotaknya.

“Petani ini sangat merugi. Keadaan ini sudah semenjak dua minggu ini. Nggak ada kenaikan harga dan petani sangat mengeluh,” ungkapnya.

Keadaan ini, diduga Zulianto karena para tengkulak tidak bisa menyalurkan hasil panen. Terlebih saat ini bertepatan dengan panen raya bawang merah di sejumlah wilayah.

Dengan keadaan yang ada, ia berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memberikan solusinya.

“Monggo kepada bapak-bapak yang berwenang yang menangani pertanian, semoga ada solusi untuk meningkatkan hasil pertanian bawang merah ini,” harapnya.

Untuk menyiasati harga bawang merah yang rendah tersebut, petani memilih untuk mengeringkan bawang merah terlebih dahulu. Bila harga kembali normal, baru akan dijual lagi.

Baca juga : Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak : ‘Saat Ini Kondisi Terparah, Titik Terendah’

Suara keluhan petani bawang merah juga diungkapkan Tasripah. Petani bawang dari Desa Kalirejo itu mengaku, harga bawang merah sedang murah-murahnya. Hal itu membuat para petani tidak bisa mengembalikan uang pinjaman bank yang sebelumnya digunakan untuk modal awal.

“Petani tidak punya uang. Tidak bisa mengembalikan uang, karena uang pinjam ke bank. Mohon bapak bupati bisa dibeli lebih mahal. Terimakasih,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER