31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKUDUSHarga Telur Ayam...

Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak : ‘Saat Ini Kondisi Terparah, Titik Terendah’

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga telur ayam di Kabupaten Kudus terjun bebas hingga menyentuh angka Rp 15 ribu per kilogramnya. Para peternak ayam pun mulai resah dengan kondisi ini.

Salah seorang peternak ayam petelur dari Dukuh Sunten, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Guntur Bayu Pratomo mengatakan, harga telur ayam di tingkat peternak berada di titik terendah. Hal itu, di antaranya disebabkan harga telur dari daerah luar Kudus, khususnya dari Jawa Timur harganya lebih murah dengan Kudus.

Guntur sedang mengambil telur ayam di kandang. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : Prihatin Harga Cabai Rp 6 Ribu Sekilo, Hartopo Borong 2 Kuintal Cabai Milik Warga Desa Kesambi

- Ads Banner -

“Saat ini harga telur ayam di titik terendah, yakni Rp 15 ribu. Mungkin dari peternak kawan-kawan Kudus, mensinyalir karena banyak pasokan temen-temen khususnya dari Jawa Timur. Harga jual telur yang dilempar ke sini rendah,” kata Guntur saat ditemui di kandang ayam miliknya, Selasa (21/9/2021) siang.

Belum lagi, tengkulak yang sering membanding-bandingkan harga telur ayam dari Jawa Timur tersebut, yang harganya sekitar Rp 13-14 ribu. Hal itu memperparah harga telur ayam lokal dari Kudus.

“Baru kali ini separah ini. Biasanya harga terendah masih mencapai Rp 20-21 ribu, saat ini kondisi terparah, harga terendah bisa Rp 15 ribu di tingkat peternak. Harga ini masih sering dibanding-bandingkan, karena sering kali ada perbandingan harga pasokan dari Jawa Timur. Hal tersebut memperparah harga telur ayam lokal dari Kudus,” jelasnya.

Dibanding dengan biaya produksi, sebut Guntur, ada yang mengatakan impas ada juga yang mengatakan rugi. Karena harga pakan jagung untuk ternak yang saat ini mengalami kenaikan sangat tajam.

Baca juga : Pabrik dan Rumah Makan Banyak Tutup, Peternak Ayam Rugi Puluhan Juta

Dalam sehari, Guntur membutuhkan 100 kilogram pakan ayam untuk hewan ternaknya yang jumlahnya 1.000 ekor. Untuk harga pakan, katanya Rp 335 ribu untuk 50 kilogram pakannya. Hal tersebut membuat peternak ayam mengalami kebingungan. Sebab, jika ayam diberi makan oplosan yang lebih murah, produksi telur tidak maksimal. Sementara, jika diberi makan jagung dari pabrik, produksinya mahal, bahkan harga pakan naik terus.

“Jadi membingungkan para petani,” ucapnya.

Kejadian ini dijelaskan Guntur sudah terjadi sejak 6 bulan lalu. Untuk menyiasatinya, ia memilih untuk mengoplos makanan ternak dengan harga yang lebih murah.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler