BETANEWS.ID, KUDUS – Harga cabai di petani Kudus jatuh bebas. Per kilogramnya, bahkan saat ini cuma Rp 5 ribu.
Menurut Widi, salah satu petani cabai asal Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus, merosotnya harga cabai tersebut, disebabkan adanya penyekatan. Sehingga, warga enggan ke pasar.
Baca juga : Prihatin Harga Cabai Rp 6 Ribu Sekilo, Hartopo Borong 2 Kuintal Cabai Milik Warga Desa Kesambi
“Penurunan harga cabai ini karena adanya penyekatan di pasar. Jadi para pembeli takut ke pasar. Sudah dua bulan pasar sepi,” kata Widi, Sabtu (31/7/2021).
Dengan anjloknya harga cabai itu, menurutnya, ia mengalami kerugian hingga 70 persen. Karena, hasil panen yang dijual tidak sebanding dengan ongkos perawatan.
Katanya, harga cabai kali ini paling rendah ia rasakan selama menjadi petani cabai. Meski pandemi, tahun 2020 lalu, harga paling rendah masih menyentuh Rp 15 ribu per kilogram.
Dengan kondisi seperti itu, ia mengaku sudah tidak ada harapan lagi. Bahkan, kini ia mencabuti tanaman cabainya untuk diganti jagung, yang dirasa berpotensi menghasilkan uang.
Ia berharap, pemerintah bisa membantu petani, agar harga cabai bisa berada di atas Rp 10 ribu per kilogram. Sehingga petani bisa bangkit dan bisa digunakan lagi untuk modal menanam cabai.
Sementara itu, Sulhadi (32) seorang pengepul cabai juga sangat merasakan imbas dari adanya PPKM Darurat. Adanya kebijakan tersebut, menurutnya minat pembeli di pasar tempatnya berjualan menurun.
“Saya sudah 5 tahun menjadi pengepul di Pasar Bitingan, dan baru kali ini harga cabai benar-benar turun,” jelasnya.
Baca juga : Harga Bawang Merah dan Sayuran di Kudus Naik Selama Penyekatan, Harga Cabai Anjlok
Jika hari biasa, langganan Hadi banyak dari luar Kudus, seperti daerah Pati, Jepara,dan Rembang. Namun, karena adanya penyekatan, kini pasar menjadi sepi tidak ada pembeli.
“Kalau sepi begjni, saya tidak berani ambil banyak. Kalau biasanya bisa menjual 5 kuwintal dalam sehari, sekarang satu kwintal saja masih sisa,” kata Hadi.
Editor : Kholistiono

