31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Rektor UNS Terbuka Soal Kasus Menwa Tahun-tahun Lalu

BETANEWS.ID, SOLO – Kasus meninggalnya salah satu mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Gilang Endi Saputra yang meninggal saat mengikuti mengikuti Diklatsar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021) lalu masih terus diusut. Polisi hingga kini masih terus melakukan proses penyidikan.

Sementara itu Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan, bahwa pihaknya telah menyediakan tim penasehat hukum untuk mendampingi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang dipanggil oleh pihak kepolisian. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa hak-hak mereka juga dilindungi.

Baca juga : Tanggapan Rektor UNS Soal Kasus Kematian Gilang, Polisi Dipersilakan Usut Sampai Tuntas

-Advertisement-

“Selain itu, kami juga melakukan komunikasi intens dengan pihak kepolisian dan keluarga almarhum Gilang Endi Saputra. Sejak hari pertama peristiwa, perwakilan pimpinan UNS terus berkomunikasi secara langsung dengan pihak keluarga almarhum Gilang,” kata Jamal, Rabu (3/11/2021).

Berdasarkan pantauan Betanews.id, bayak akun twitter yang menyinggung kekerasan dan kasus yang terjadi di Menwa UNS pada tahun-tahun lalu. Menanggapi hal tersebut, Rektor UNS mengatakan, pihaknya terbuka dengan informasi yang diberikan.

“Tetapi informasi tersebut juga harus dilengkapi dengan data dan bukti yang cukup. Karena jika informasi sudah disebarkan lewat media sosial tetapi tanpa bukti dan data yang cukup, maka akan menjadi masalah tersendiri,” jelasnya.

Baca juga : Rektor UNS Resmi Bekukan Menwa, Ada Kemungkinan Bisa Dibubarkan

Hal itu juga untuk menanggapi cuitan di akun Twitter @putri_yudianti milik Novaria Putri Yudianti yang mengungkap, bahwa kasus meninggalnya mahasiswa UNS saat Diklat Menwa bukanlah kali pertama terjadi. Ternyata, hal serupa pernah terjadi pada tahun 2013 lalu.

“Kalau ada hal-hal baru tentang kejadian itu, kami juga sudah memanggil Novaria untuk menjelaskan dan memberikan keterangan terkait hal itu. Tetapi nampaknya yang bersangkutan belum hadir. Tidak apa-apa nulis di media sosial, tetapi perlu dingat jika tidak ada data dan bukti yang cukup tentu akan jadi masalah sendiri. Kami hanya ingin minta informasi bukti dan kapan itu terjadi,” paparnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER