31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKomunitasMengenal Komunitas Perupa...

Mengenal Komunitas Perupa Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan lukisan tampak terpajang di dinding bagian depan Waroeng Seni Joglo Sawahan yang berada di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus. Lukisan-lukisna yang dipamerkan tersebut, merupakan hasil karya dari para pelukis yang tergabung dalam komunitas Perupa Kudus (Paku).

Solichin Sakini, salah satu anggota komunitas Paku mengatakan, jika komunitas Perupa Kudus tersebut berdiri sejak 8 Januari 2001.

Baca juga : Puluhan Lukisan Karya Perupa Kudus Dipamerkan di Joglo Sawahan

- Ads Banner -

Ia menjelaskan, komunitas ini terdiri dari para seniman perupa yang tinggal di Kudus, yang meliputi pelukis, pemahat, desain grafis dan seni gambar lainya.

“Komunitas ini sebagai wadah untuk para seniman yang tinggal di Kudus. Dengan adanya wadah ini, diharapkan bisa saling mendukung dan memberikan semangat satu sama lain,” ujarnya, Kamis (18/11/21).

Ia katakan, untuk saat ini anggota Paku jumlahnya sebanyak 23 orang. Mereka merupakan perupa yang tinggal di Kudus.

Menurutnya, bagi yang ingin bergabung menjadi anggota Paku, menurutnya calon anggota harus bisa menampilkan hasil karyanya.

“Untuk syaratnya, memang setiap anggota baru harus menampilkan hasil karyanya. Kika karyanya layak, maka bisa masuk komunitas Paku. Karena memang komunitas ini mencari perupa yang sungguh-sungguh,” jelasnya.

Solichin mengatakan, pada moment-moment tertentu, Paku juga mengadakan pameran hasil karya dari anggota. Seperti halnya yang dilakukan di Waroeng Seni Joglo Sawahan pada 18-30 November 2021.

Baca juga : Seniman di Rembang Lelang Lukisan untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

“Kami memang ada kegiatan gelar pameran seperti ini. Sebelumnya, kami pernah menggelar tahun 2003. Dan sekarang kita mulai lagi gelar pameran kecil-kecilan untuk menyiapkan rencana mengelar pameran secara besar-besaran pada bulan Juli tahun depan,” ucapnya.

Meski sempat beberapa tahun vakum mengelar pameran, Solichin mengatakan, komunitasnya tetap aktif dan mempunyai prestasi masing-masing dari keahlian mereka.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler