BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membuka secara resmi Pameran Foto 44 Tahun Perjalanan Sang Akar dalam Bingkai Fotografi di Pendopo Pucang Sawit, Rabu (10/11/2021). Dalam acara tersebut, hadir juga Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo.
Pameran fotografi perjalanan hidup Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo ini memamerkan foto dari masa kecil hingga menjadi Wali kota Surakarta 2012 lalu.
Gibran mengatakan, banyak momen-momen hidup dari Rudy yang berhasil diabadikan. Salah satunya yang membuatnya terkesan adalah ketika Rudy menggendong lansia yang sedang sakit di Pasar Klewer.
Baca juga: Ulang Tahun Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Teguh Prakosa dapat Kado Spesial
“Sumbangsih, kerja keras beliau dalam membangun kota Surakarta itu sungguh luar biasa sekali. Terlebih pada momen ketika beliau meninjau kebakaran Pasar Klewer saat terbakar masih menggunakan baju beskap, kemudian saat beliau mengendarai mobil Esemka dan juga saat beliau membayar hutang di PLN serta melakukan pengelasan. Itu sungguh luar biasa,” kata Gibran.
Menurut Gibran, Rudy menjadi akar dan masih membumi. Gibran juga mengatakan, meski sudah purna tugas menjadi wali kota, Rudy masih terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Karya-karya ini sangat menginspirasi. Kita bisa belajar dari perjalanan, perjuangan bapak Ketua DPC ini mulai dari meniti karir dari pegawai Konimex sampai menjadi Wali Kota Surakarta dua periode. Ini sungguh luar biasa,” ujar Gibran.
Sementara itu, FX Hadi Rudyatmo menuturkan bahwa pameran foto tersebut menceritakan tentang kisah perjuangan dan juga perjalanan hidupnya. Ia tidak menyangka bahwa pameran ini bisa menjadi sebesar itu. Ia mengatakan bahwa dirinya sering kali memberikan motivasi tentang filosofi akar tersebut.
“Sejak usia 15 tahun saya punya keinginan niat kalau tuhan megizinkan, saya ingin menjadi pelayan masyarakat. Seperti akar yang ditugaskan mencari air, menembus bebatuan tanah hanya demi sebatang pohon yang beranting dan berbunga indah dan berbuah banyak. Maksudnya ketika hidup menderita tidak boleh menyerah,” tutur Rudy.
Baca juga: Kenakan Kostum Pangeran, Gibran Ngaku Deg-Degan saat Pimpin Upacara Atraksi Budaya Prajurit Keraton
Rudy juga menceritakan beberapa kisah dibalik foto yang membuat ia sendiri terkesan sehingga tidak bisa melupakan cerita dibalik gambar itu. Pertama, saat ia dituduh membakar Pasar Klewer dan juga momen di saat ia mengiring mobil Esemka dan mendorong Jokowi menjadi Gubernur di Jakarta.
“Kalau yang lain karena saya anggap biasa saja, wong pendidikan juga tidak tinggi. Belajar SMK saja setengah mati,” tandas Rudy.
Editor: Ahmad Muhlisin

