31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaKulinerEs Mambo dan...

Es Mambo dan Es Gabus yang Tak Pernah Kehilangan Peminatnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sedang memasukkan tepung maizena ke dalam panci berisi air. Ia lalu mengaduk-aduknya dan sejenak kemudian menambahkan gula dan susu kental manis. Hari itu, perempuan bernama Diah Efri Primanata (30) itu sedang membuat es mambo.

Setelah semua bahan adonan tercampur, Diah merebus adonan tersebut hingga matang. Kemudian langkah selanjutnya, ia menambahkan perasa buah, dan mengemasnya ke dalam plastic untuk dimasukkan ke dalam lemari es.

Diah sedang membuat Es mambo yang tetap eksis hingga sekarang. Foto: Kartika Wulandari.

Warga Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu merintis usaha es bernama Booss Ice sejak Oktiber 2021 lalu. Ide membuka usaha es jadul ini karena jualan tas souvenir yang digelutinya sepi sejak ada pandemi.

- Ads Banner -

Baca juga: Bernostalgia dengan Es Gabus 90an yang Kini Eksis Lagi

“Karena pandemi penjualannya menurun sekali, akhirnya saya mencoba menjual es kesukaan anak saya, yaitu es mambo dan es gabus,” jelasnya, Rabu (17/11/21).

Yang membuat es bikinannya berbeda dengan yang lain adalah adanya tepung maizena. Menurutnya, tambahan tepung itu membuat tekstur esnya lebih lembut. Sedangkan bahan lainnya sama, seperti tepung hongkoe, agar-agar, santan, susu kental manis, dan pewarna makanan.

“Saya juga menggunakan gula asli, susu kental manis, dan perasa buah dengan kualitas yang bagus. Jadi rasanya enak dan aman untuk tengorokan,” jelas Diah.

Diah melanjutkan, untuk pilihan rasa es mambonya pun cukup beragam, antaranya cokelat, stroberi, durian, jeruk, mangga, permen karet, dan masih banyak lagi.

“Dengan kualitas bahan, saya menjual es mambo dan es gabus dengan harga Rp1500,” bebernya.

Lalu untuk penjualannya, Diah biasa menjajakan es buatannya di Gor, Balai Jagong, MTS Mualimat Kudus dan beberapa sekolah lainnya setiap Sabtu dan Minggu.

Baca juga: Menikmati Kuliner Jadul dan Kekinian dengan Wadah Serba Bambu di Makan Bamboo

Karena Es jadul ini sudah susah ditemui, Diah bisa memproduksi seminggu 3 kali, dan tiap produksi bisa membuat hingga 50 kemasan, baik es mambo maupun es gabus.

“Untuk penjualannya, biasanya yang menjual suami saya. Karena kalau weekend libur kerja, jadi dimanfaatkan untuk jualan es keliling di beberapa tempat yang sekiranya ramai,” ucap Diah.

Jika ingin memesan untuk jumlah banyak, Diah juga bisa menerima pesanan dengan pemesanan minimal H-1. Pelanggan tinggal menghubungi nomor WhatsApp di 0857 1240 4294.

 Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler