BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Patimura nomor 37, Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota Kudus, terlihat sebuah stan berwarna hijau yang ramai oleh pembeli. Di dalamnya, seorang pria tampak cekatan memilihkan jajanan semacam es krim yang dikemas dalam plastik bening. Ia adalah Saiful Annas, penjual Es Gabus 90an.
Seusai melayani pembeli, Saiful, sapaan akrabnya menjelaskan awal mula merintis es legendaris sejak April lalu. Ia mengatakan, es gabus merupakan jajanan jaman dulu yang terbuat dari tepung hunkwe, berbentuk pipih tipis dengan rasa vanila. Saat ini eksis kembali dengan bentuk baru dengan berbagai varian rasa.

“Yang membedakan Es Gabus 90an saat ini dengan es gabus jaman dahulu, yaitu adanya inovasi bentuk dengan tambahan stik pada esnya. Sehingga, memudahkan ketika ingin memakannya. Es gabus ini juga memiliki bentuk yang tebal serta banyaknya varian rasa,” bebernya, Jumat (29/10/2020).
Baca juga: Martabak Telur Puyuh, Si Mini yang Bikin Nagih
Saiful melanjutkan, Es Gabus 90an yang dijualnya mempunyai berbagai varian rasa dalam setiap kemasannya, antaranya alpukat hazelnut, dark choco, durian coklat, mangga macha, dan berry buble gum.
“Es ini juga tidak menggunakan pengawet jadi cuman bisa bertahan hingga 3 bulan saja. Es Gabus 90an juga menggunakan pemanis alami, serta pewarna alami dari buah-buahan, sehingga aman untuk semua usia,” kata Saiful di stan yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB itu.
Baca juga: Kue Terang Bulan, Jajanan Jadul Favorit Segala Usia
Karena es gabus merupakan makanan jadul yang eksis kembali, maka antusias dari warga pun cukup baik. Di tempatnya, ia menjual es tersebut seharga Rp 4 ribu. Tak hanya itu, Saiful juga membuka reseller untuk ikut memasarkan produknya. Syaratnya itu hanya dengan pembelian minimal 30 buah.
“Dulu masih waktu baru-barunya saya bisa menjual hingga 3.000 buah per bulannya. Namun karena semakin ke sini antusiasnya sudah cukup biasa, jadi mungkin untuk sekarang saya bisa menjual 1.000 per bulan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

