BETANEWS.ID, KUDUS – Rencana pembuatan embung di Kecamatan Kaliwungu dan Mejobo sebagai antisipasi banjir terkendala anggaran. Di awal Februari 2021, Bupati Kudus HM Hartopo juga sempat mengutarakan keinginannya ini kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, hingga saat ini realisasi pembuatan embung masih belum terlihat.
Hartopo mengungkapkan, tidak adanya anggaran pembuatan embung membuat rencana tersebut masih sekadar wacana. Terlebih sampai saat ini APBD Kabupaten Kudus paling banyak diprioritaskan untuk penanganan pandemi covid-19.
“Pembuatan embung sampai sekarang pun kita sendiri memang ada rencana ke sana. Tapi anggaran belum bisa kita alokasikan. Karena kondisi sekarang ini masih kondisi covid. Tentunya anggaran yang terpenting diprioritaskan untuk covid semua,” katanya. Jumat (29/10/2021) kemarin.
Baca juga: Antisipasi La Nina, Pemkab Kudus Siapkan Mitigasi di 7 Kecamatan Rawan Bencana
Maka dari itu, Hartopo berharap Kota Kretek mendapat bantuan dari Gubernur Jateng. Atau bisa juga aspirasi dari pusat untuk bisa membelikan lahan dan pembuatan embung.
“Untuk lokasi, tentunya yang di sini untuk yang lebih strategis di daerah Kaliwungu itu di Dukuh Setrokolangan, sama di Kecamatan Mejobo. Itu daerah benar-benar rawan (terkena bencana),” ungkapnya.
Sementara untuk wilayah lain yang juga sering terendam banjir seperti di Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, menurut Hartopo perlu adanya pompanisasi. Sebab, daerah tersebut merupakan wilayah cekung atau tadah air yang dipastikan akan banjir ketika musim penghujan tiba.
Baca juga: BPBD Kudus Siagakan Seribuan Relawan untuk Hadapi Bencana
“Tentunya di daerahnya seperti mangkuk ya memang kita perlu persiapkan adalah pompanisasi. Makanya kemarin Dinas PUPR sudah saya suruh untuk persiapkan terkait pompanisasi,” terangnya.
Karena, lanjut Hartopo, pompanisasi adalah jalan keluar paling tepat untuk mengurangi dampak banjir di wilayah Jati Wetan. Bila membuat sumur serapan, menurut Hartopo hal itu tidak bisa maksimal untuk menyerap air. “Karena sudah padat penduduk,” tandasnya.
Editor: AHmad Muhlisin

