BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyiagakan seribuan relawan di 9 kecamatan untuk menghadapi musim hujan. Mereka akan bertugas jika sewaktu-sewaktu terjadi bencana di Kota Kretek.
Ketua Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan, seribuan relwan itu akan disiagakan sesuai dengan daerah jangkauannya. Jika di bagian atas siaga longsor, maka yang di bawah siap-siap menghadapi banjir.

“Kalau posisi banjir, teman-teman di atas siap membantu yang di bawah. Masing-masing lokasi di atas sudah kita siapkan juga. Teman-teman relawan siap menangani sejak awal,” katanya, usai mengikuti Apel Tanggap Bencana di Alun-Alun Kudus, Jumat (29/10/2021).
Baca juga: Antisipasi La Nina, Pemkab Kudus Siapkan Mitigasi di 7 Kecamatan Rawan Bencana
“Total relawan di Kudus ada seribuan. Itu disiapkan untuk menghadapi bencana. Insyaallah teman-teman relawan siap membantu BPBD dalam penanggulangan bencana,” terangnya.
Sementara untuk armada dan peralatan yang dimiliki BPBD, Budi akan memaksimalkan pemakaiannya bila dibutuhkan. Meski keadaannya sudah cukup tua, tapi tetap akan disiagakan.
“Harapan kami kabupaten ada peremajaan (alat). Yang paling kita butuhkan, sudah selesai semua,” tutupnya.
Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, mitigasi memang perlu dipersiapkan, agar saat intensitas hujan tinggi nanti, tidak terjadi bencana seperti tahun sebelumnya.
Baca juga: Warga Ambarawa Sudah Rasakan Getaran Gempa Hingga 39 Kali
“Harapan kami untuk mitigasi ini harus dipersiapkan semua. Supaya nanti kalau intensitas hujan tinggi sudah tidak seperti kemarin lagi,” katanya.
Hartopo menyebut, kecamatan yang rawan bencana banjir adalah Kecamatan Jekulo, Undaan, Mejobo, Kaliwungu, dan Jati. Sedangkan untuk wilayah yang rawan longsor ada di Kecamatan Gebog dan Dawe.
“Ini memang perlu kita antisipasi bagaimana kerawanannya. Supaya ketika intensitas hujan tinggi, atau angin sudah mulai kencang, rumah-rumah penduduk yang sekiranya rawan longsor atau puting beliung harus dievakuasi dulu,” tandas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

