Antisipasi La Nina, Pemkab Kudus Siapkan Mitigasi di 7 Kecamatan Rawan Bencana

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan berbagai antisipasi untuk menghadapi fenomena La Nina atau intensitas hujan tinggi di penghujung tahun. Selain menyiapkan ribuan relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab juga memetakan berbagai wilayah rawan bencana.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, mitigasi memang perlu dipersiapkan, agar saat intensitas hujan tinggi nanti, tidak terjadi bencana seperti tahun sebelumnya.

Apel tanggap bencana di Alun-ALun Kudus, Jumat (29/10/2021). Foto: Nila Rustiyani

“Harapan kami untuk mitigasi ini harus dipersiapkan semua. Supaya nanti kalau intensitas hujan tinggi sudah tidak seperti kemarin lagi,” katanya, usai menggelar Apel Tanggap Bencana di Alun-Alun Kudus, Jumat (29/10/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Desember Nanti Curah Hujan di Jateng Meningkat 40 Persen, Ganjar Ajak Masyarakat Baca Info BMKG

Hartopo telah menginstruksikan kepada BPBD untuk mensurvei lokasi rawan bencana. Terlebih di beberapa titik sungai yang masih banyak sampah ranting pohon yang membuat tanggul rawan jebol. Untuk sungai yang berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, ia meminta untuk segera melakukan koordinasi pembersihan sampah.

Hartopo menyebut, kecamatan yang rawan bencana banjir adalah Kecamatan Jekulo, Undaan, Mejobo, Kaliwungu, dan Jati. Sedangkan untuk wilayah yang rawan longsor ada di Kecamatan Gebog dan Dawe.

“Ini memang perlu kita antisipasi bagaimana kerawanannya. Supaya ketika intensitas hujan tinggi, atau angin sudah mulai kencang, rumah-rumah penduduk yang sekiranya rawan longsor atau puting beliung harus dievakuasi dulu,” terangnya.

Baca juga: Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Setiap Daerah Diminta Pastikan Alat Penanganan Bencana Berfungsi Baik

Selaian itu, pihaknya juga sedang menyiapkan adanya pos pengungsian dan penyiapan relawan yang akan disebar ke berbagai kecamatan rawan bencana di Kudus.

“Ini sudah akhir tahun. Paling tidak Desember sudah mulai ada pos-pos untuk pengungsian,” tutup Hartopo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER