31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaKulinerPangsit Pakis Bikinan...

Pangsit Pakis Bikinan Siswi SMK Ini Tak Hanya Enak dan Gurih, Tapi Juga Menyehatkan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di bagian dapur sebuah rumah yang berada di Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, terlihat tiga orang nampak sibuk membuat pangsit. Berbeda dari pangsit pada umumnya, pangsit dengan brand Pankis ini terbuat dari bahan dasar pakis.

Putriku Dizas Ramadhani (18), Owner Pankis mengatakan, Pankis merupakan singkatan dari pangsit pakis. Hal ini mengacu pada bahan dasar pangsit yang dibuatnya tersebut menggunakan pakis.

Proses pengepakan pangsit pakis. Foto: Kartika Wulandari.

Baca juga : Mi Ayam Mangkuk Pangsit Ini Punya Banyak Varian Rasa yang Susah Ditemukan di Tempat Lain

- Ads Banner -

Perempuan yang merupakan pelajar SMK 1 Kudus tersebut menyebut, kalau pangsit pakis yang dibuatnya tidak hanya enak saja, tapi juga menyehatkan.

Menurutnya, daun pakis banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan. Di antaranya, bisa meningkatkan kesehatan kulit, menjaga kesehatan mata, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah anemia, dan masih banyak lagi.

Selain itu, ia juga ingin menyisipkan komoditi lokal Gunung Muria Khas Kabupaten Kudus dalam bentuk camilan kering.

” Alasan saya menambahkan daun pakis, karena sekaligus ingin mengenalkan daun pakis khas Gunung Muria ke masyarakat luas dengan bentuk yang berbeda. Jika biasanya daun pakis hanya dibuat pecel, di sini saya campurkan jadi satu ke dalam adonan pangsit dan stik,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, untuk bahan-bahan pembuatan Pankis yaitu tepung terigu, keju, margarin, telur, dan pakis. Kemudian ditambahkan juga dengan abon sapi.

Lalu, untuk harga satu kemasan 200 gram, Putri membanderol Pankis dengan harga Rp 17 ribu.

Baca juga : Miliki Ragam Varian dan Rasa yang Enak, Olahan Jamur Mina Banyak Diminati

“Untuk penjualannya saat ini kami fokus di media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp di nomor 082329385697,” ujarnya.

Putri juga menceritakan, dirinya sudah mengeluti usaha camilan sehat ini, sejak ibunya membuat usaha siomay.

“Awalnya ibu jualan siomay pakis, nah kemudian saya punya ide untuk membuat versi keringnya, akhirnya saya mencoba membuat pangsit pakis abon,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler